Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut anggaran Kementerian Pertahanan untuk tahun 2016 akan diprioritaskan untuk membangun landasan pesawat di pulau terluar sekitar Laut China Selatan. Pembangunan landasan tersebut, kata dia, guna memudahkan mobilitas TNI menjaga daerah yang rawan terjadi konflik. "Kita perlu landasan baru. Penting! Landasan yang sudah ada perlu diperbaiki," kata Ryamizard usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Senin (21/9). Anggaran, lanjut dia, juga akan digunakan untuk membeli alutsista yang baru. Antara lain pembelian kapal selam dan juga pesawat tempur. "Sukhoi kita akan ganti, sudah 45 tahun sesuai dengan perintah Presiden. Perintah presiden beli juga beli baru kapal selam. Kita sudah jajaki sebelum beli, kapal selam Rusia itu paling lama menyelam, paling dalam selamnya dan bisa tembak dari dalam laut," ujarnya. Anggaran Kemenhan dalam RAPBN tahun 2016 semula berjumlah Rp 102 Triliun. Kini turun menjadi sekitar Rp 90 triliun. Ryamizard mengaku akan tetap meminta anggaran tersebut tidak jadi diturunkan. Namun, apabila pemerintah tak mau mengamini keinginannya itu, mantan Kasad ini tak akan memaksa. "Kita tetap meminta tambahan, tapi kalau negara bilang segitu kita tak akan meminta," ucapnya. "Mudahan-mudahan DPR yang bantu dorong," katanya menambahkan.
Menhan belanjakan APBN untuk bangun landasan di Laut China Selatan
Anggaran juga akan digunakan untuk membeli kapal selam dan pesawat tempur baru.
Advertisement
Rekomendasi