Bulan Ramadan dianjurkan diisi dengan kegiatan bermanfaat, seperti tadarus Alquran. Aktivitas inilah yang rutin dilakukan santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah di Jalan Setia Budi, Medan. Tadarus di pesantren ini diikuti seluruh santri. Mereka dibimbing sejumlah ustaz.Santri laki-laki membentuk lingkaran berdasarkan kelompoknya di lantai satu masjid yang ada di tengah pesantren. Sementara santri perempuan melaksanakan tadarus di lantai dua.Tadarus berlangsung sekitar 30 menit. Pelaksanaannya usai salat zuhur dan asar. "Kalau bulan lain, tadarus usai salat asar dan salat magrib," kata seorang santri Angga Pramulia (15), Senin (6/6).Wakil Direktur Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Solihin Adin mengatakan, tadarus merupakan kegiatan rutin mereka untuk mempelajari dan mendalami Alquran. Agar kegiatan itu menarik, para santri dibagi dalam kelompok-kelompok.Saat ini terdapat 2.750 santri yang belajar di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah."Santri kita berasal dari Sumatera Utara dan provinsi lain seperti Aceh, Riau, Jambi, bahkan ada yang dari Thailand. Tahun ini cukup banyak santri dari Thailand," jelas Solihin. Selain belajar Alquran, santri di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah juga mendapat pendidikan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Mereka bahkan diwajibkan berkomunikasi dengan dua bahasa itu.
Menengok budaya tadarus Alquran saat Ramadan di pondok pesantren
Kegiatan tadarusan biasanya dilakukan usai salat zuhur dan asar. Santri secara berkelompok bertartil.
Rekomendasi