Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meresmikan Gedung Perpustakaan dan Museum Bung Karno di Bali. Museum yang terletak di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, itu berisi jutaan koleksi Presiden Soekarno, mulai dari tulisan, pidato, hingga tempat tidurnya.Presiden Ke-5 RI itu menandatangani prasasti, sebagai simbol dibukanya perpustakaan dan museum bagi masyarakat yang ingin belajar sejarah Bung Karno. Koleksi Perpustakaan dan Museum Bung Karno terdiri dari tulisan, pidato, dan buku yang pernah dibaca, ditulis dan terkait Bung Karno yang berjumlah 1.450.000 unit.Museum juga mengoleksi benda pusaka yang mewarnai jalan hidup Bung Karno sejak masih kecil hingga memimpin Indonesia, seperti kursi, radio, dan tempat tidur yang pernah dibeli dan dipakai di kediamannya. Ada juga koleksi lukisan dan ratusan foto sejarah terkait hidup Bung Karno."Ada yang asli dan ada yang hasil reproduksi. Terima kasih kepada Ibu Megawati atas kesediaannya meresmikan gedung ini. Semoga generasi penerus bangsa bisa menikmati pemikiran dan prinsip-prinsip yang dipegang Bung Karno semasa hidupnya," ujar Ketua Yayasan Perpustakaan Bung Karno Gus Marhaen dalam sambutannya, Minggu (22/11).Menurutnya, salah satu foto bersejarah di museum tersebut ada yang bercerita tentang ketangguhan dan semangat Megawati yang tak lain adalah anak dari sang proklamator."Foto itu hasil reproduksi dari foto yang dibuat pada tahun 1970-an. Ada dua bintang utama, yakni Bu Mega dan putra keduanya Prananda Prabowo, yang kini menjadi salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan," kata Gus Marhaen.Foto itu disandingkan dengan hasil wawancara Megawati di surat kabar Dwiwarna. Wawancara itu dilakukan setelah Megawati melahirkan Prananda Prabowo pada 23 April 1971, tiga bulan sebelum suami pertama Megawati dikabarkan hilang karena kecelakaan pesawat TNI AU."Perasaan saya setelah dianugrahi putra kedua ini tentu bahagia bercampur rasa sedih dan terharu. Sebab, kelahirannya tanpa ditunggu oleh ayahnya," kata Gus Marhaen mengutip publikasi wawancara Megawati di surat kabar Dwiwarna.Dalam wawancara itu, Megawati juga mengungkap asal nama Prananda, serta harapan agar putranya itu melanjutkan cita-cita sang ayah dan kakek, Soekarno.Dalam wawancara itu diketahui nama asli Prananda adalah Muhammad Prananda Prabowo Sura Megendra Karna Djaja. Nama tersebut merupakan gabungan usulan nenek, kakek, dan sang paman.Berikut kutipan lengkap wawancara Megawati dengan media bernama Dwiwarna;-Media Dwiwarna: Bagaimana perasaan Ny Megawati dengan dianugrahi putra yang kedua?
-Megawati: Perasaan saya setelah dianugrahi putra yang kedua ini tentu saja bahagia bercampur dengan rasa sedih dan terharu, karena kelahirannya tanpa ditunggu oleh ayahnya.
-Media Dwiwarna: Siapa nama putranya dan bagaimana harapan-harapan Ny Megawati terhadap putranya?
-Megawati: Namanya Muhammad Prananda Prabowo Sura Megendra Karna Djaja. Sebagai seorang ibu, tentu saja saya meletakkan suatu harapan, Insya Allah putra-putra saya ini melanjutkan cita-cita sang ayah dan yang terutama meneruskan cita-cita perjuangan kakeknya Almarhum dalam keagungan rakyat dan bangsa.
-Media Dwiwarna: Berhubung saudara Soerindro (suami pertama Megawati) sudah dinyatakan hilang oleh pemerintah berhubungan dengan kecelakaan pesawat Sky Van di daerah Biak, bagaimana perhatian dari pihak pemerintah, khususnya Mabes AU?
-Megawati: Sepengetahuan saya, berhubung belum ada pengumuman resmi mengenai status suami saya, maka kedudukan saya tetap dianggap sebagai istri seorang perwira. Jadi soal jaminan dan administrasi tetap seperti biasanya. Perhatian kolega, baik yang ada di Jakarta maupun Madiun itu, besar sekali dan terjalin rasa kesetiakawanan yang kokoh di dalamnya. Dalam hal ini, saya sarankan supaya wartawan Dwiwarna mengadakan wawancara dengan istri-istri crew Sky Van yang lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan agar pembacanya lebih mengerti suka dan dukanya.
-Media Dwiwarna: Apakah ada keterangan lain mengenai putra Ny Megawati?
-Megawati: Keterangan lain mengenai nama tersebut adalah penyatuan dari tiga pemberian yaitu dari Ibu Fatmawati (nenek), Dr Dadi (Kakek), dan Guruh (Paman).
-Media Dwiwarna: Apakah rencana-rencana Ny Megawati untuk waktu yang akan datang?
-Megawati: rencana-rencana untuk jangka panjang belum dapat saya utarakan. Sedang jangka pendek, karena sekarang dalam suasana pemilu, maka saya sebagai warga negara yang ingin berbuat baik, ingin mensukseskannya dengan turut berkampanye untuk partai favorit saya.