Ma'ruf menjadi semangat saat dibilang belum terlalu tua dibanding Mahathir

Ma'ruf menjadi semangat saat dibilang belum terlalu tua dibanding Mahathir. Ma'ruf mengumpamakan walaupun umurnya tinggal sehari saja, namun ketika harus berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara, ia pun siap melakukannya. Menurut dia, orangtua menanam pohon untuk dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Ma'ruf menjadi semangat saat dibilang belum terlalu tua dibanding Mahathir
Cawapres Maruf Amin di Balai Kartini. ©2018 Merdeka.com

Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyatakan siap berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Walaupun usianya tidak semuda capres dan cawapres lain.

"Ada yang bilang Ma'ruf Amin kan sudah tua, siapa bilang saya muda, semua tahu saya sudah tua," kata Ma'ruf Amin, saat menghadiri Deklarasi Arus Baru Muslimah, di Balai Kartini Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (24/9).

Ia menyebutkan Calon Presiden petahana Joko Widodo memilih dirinya sebagai calon wakil presidennya karena merasa nyaman. "Ada yang bilang Ma'ruf Amin belum terlalu tua, dibanding Mahathir Mohamad. Betul juga, saya masih muda ketika bertemu Mahathir, ini yang membuat saya bersemangat," katanya lagi.

Ma'ruf mengumpamakan walaupun umurnya tinggal sehari saja, namun ketika harus berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara, ia pun siap melakukannya. Menurut dia, orangtua menanam pohon untuk dinikmati oleh generasi yang akan datang.

"Saya pun makan buah dari pohon yang ditanam generasi sebelumnya," katanya pula.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan dari kaum perempuan yang bergabung dalam Arus Baru Muslimah.

"Dukungan ini sangat berarti, jumlah perempuan lebih besar dari pada laki laki, artinya mereka akan menentukan siapa pemenang pilpres mendatang," katanya lagi.

Ma'ruf juga menyampaikan terima kasih kepada Capres petahana Joko Widodo yang memilih dirinya sebagai cawapresnya. "Saya betul-betul tidak mengetahui sebelumnya karena tidak pernah ngomong, tiba-tiba memilih saya. Pak Jokowi memilih ulama sebagai wakilnya berarti beliau mencintai ulama," katanya.

Menurut dia, kalau ada isu Jokowi antiulama, antiislam, itu adalah bohong. "Beliau menyayangi ulama, makanya saya mau menjadi cawapresnya," kata Ma'ruf Amin pula.

Rekomendasi