Kawasan lokalisasi Jalan Nusantara di Kota Makassar bakal ditutup. Pemerintah Kota Makassar akan mengubah menjadi pusat kuliner agar kawasan tersebut bebas dari prostitusi."Saya dari awal menegaskan tidak akan menutup tetapi hanya ingin menata dan mengubah tempat itu menjadi kawasan yang bebas dari praktik prostitusi," ujar Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di Makassar, dikutip dari Antara (11/3).Dia mengatakan, tempat tersebut akan ditata dan dikembalikan ke fungsinya sesuai dengan perizinan yang didapatkan oleh para pengusaha.Menurut Mohammad, kawasan itu tidak berizin untuk praktik prostitusi. Izin yang dikeluarkan Pemkot Makassar untuk usaha seperti karaoke."Saya hanya akan menegakkan aturan, apakah itu peraturan menteri ataukah peraturan daerah (Perda). Kalau memang ada yang melenceng dari izin itu, maka maaf saja kita akan ambil langkah tegas," jelasnya.Dia menjelaskan, ada beberapa pihak yang menganggap perubahan itu dilakukan dengan cara penggusuran. Namun cara penggusuran itu justru akan menimbulkan masalah baru, yakni terjadinya pengangguran."Tidak ada bangunan kita gusur, kita cuma alih fungsikan," jelas Danny Pomanto sapaan akrab wali kota.Untuk itu, lanjut dia, ada tiga tahap yang akan dilakukan pada perwajahan baru itu. Tahapan-tahapan itu, yakni tidak mengizinkan lagi pembangunan panti pijat prostitusi.
Setelah melakukan itu, pihaknya kemudian akan menempuh cara dengan bernegosiasi dengan pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) dan memantau progres pengubahan wajah kawasan itu setiap saat.Pelaksanaan tahapan-tahapan itu akan dilakukan Tim Terpadu, yang bakal dibentuk dalam waktu dekat ini. Tim ini diisi beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
Lokalisasi Nusantara di Makassar akan ditutup berganti pusat kuliner
Menurut Mohammad, kawasan itu tidak berizin untuk praktik prostitusi. Izin yang dikeluarkan Pemkot Makassar untuk usaha
Rekomendasi