Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Legislator kecewa polisi represif kepada mahasiswa Papua di Yogya

Legislator kecewa polisi represif kepada mahasiswa Papua di Yogya tim khusus dpr papua tiba di yogya. ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Merdeka.com - Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Wilhelmus Pigai, mengatakan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mestinya menggunakan pendekatan humanis pengamanan di asrama Papua, 14-15 Juli lalu. Tindakan represif polisi dinilai justru mencederai semangat persatuan.

"Kami sakit hati karena orang Papua diperlakukan seperti itu. Dogma bahwa kami separatis itu salah. Pendekatan untuk rakyat Papua tidak boleh menggunakan pendekatan yang berwatak militeristik," kata Wilhelmus Pigai, dalam pertemuan dengan mahasiswa Papua se-Jawa, di Yogyakarta, Selasa (26/7).

Wilhelmus merasa keberatan dengan lelaku aparat keamanan terhadap mahasiswa Papua. Menurutnya tindakan represif aparat justru menciptakan pelanggaran hak asasi manusia.

"Nasionalisme kami akan hancur, jika mendapat pengamanan yang represif," tutup Wilhelmus. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP