Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi pengungsi korban bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di Kabupaten Bogor, akan mulai diisi pertengahan tahun ini. Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Lestia Irmawati menjelaskan, saat ini ada dua lokasi pembangunan huntap. Yakni di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg sebanyak 205 unit rumah dan Desa Urug, Kecamatan Sukajaya 358 unit.
"Di sukaraksa sudah 100 persen (selesai). Saat ini sedang persiapan serah terima (PHO). Sementara di Desa Urug target selesai akhir Mei 2021," kata Irma, Rabu (28/4).
Irma juga memastikan, fasilitas di huntap tersebut tersedia jaringan listrik, air bersih dan drainase yang bisa dimanfaatkan penghuninya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Meski begitu, kata Irma, jumlah 563 huntap di dua desa, masih kurang untuk menampung para korban bencana alam. Pasalnya, catatan Pemkab Bogor jumlah warga terdampak bencana yang terjadi pada awal 2020 itu hampir mencapai 2.000 Kepala Keluarga (KK).
"Masih sangat kurang. Tapi kami terus berupaya untuk menambah huntap secara bertahap. Kami ajukan juga permohonan bantuan pembangunan huntap ini ke BNPB dan Kementerian PUPR. Masing-masing 500 unit," jelasnya.