Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal mengaku sudah menemui pelaku penganiayaan teman sejawatnya, Jason Tjakrawinata (38). Hanya saja, dia tak sempat mengobrol karena takut menonjoknya.
Subhan menyebut langsung menuju Polrestabes Palembang begitu mendapat kabar penangkapan tersangka, Jumat (16/4). Dia pun diizinkan penyidik bertemu dengan tersangka di sel tahanan.
"Waktu itu saya diizinkan bertemu dan mengobrol, tetapi saya batalkan, saya cuma lihat dari kejauhan saja, takut menonjok wajahnya (tersangka)," ungkap Subhan, Senin (19/4).
Subhan mengaku cukup sulit menahan emosinya ketika melihat tersangka. Hal itu sebagai kekesalannya terhadap tindakan tersangka yang dengan beringas menganiaya seorang perawat perempuan.
"Siapa yang tak geram dengan kelakuannya, saya sendiri sangat geram lihatnya," akunya.
Pada saat melihat tersangka di kantor polisi, Subhan mengatakan, tak nampak lagi sikap keberingasan tersangka ketika melakukan penganiayaan. Tersangka hanya terlihat pucat pasih seperti ayam sakit.
"Waktu penganiayaan itu (tersangka) begitu gagahnya, waktu itu dia seperti ayam sakit," kata dia.
Subhan menambahkan, secara organisasi dan pribadi seluruh perawat sudah menerima permintaan maaf dari tersangka. Namun, bukan berarti proses hukum dihentikan dan pencabutan laporan.
"Karena ini sudah terlanjur bikin seluruh perawat Indonesia sakit hati, proses hukum tetap lanjut. Dan kami juga yakinkan kepada korban bahwa ini menyangkut harga diri, maaf diterima tapi tidak mencabut aduan," pungkasnya.