Keluarga fotografer Angkasa sedih belum dapat kepastian

"Saya ke sini atas inisiatif sendiri dan tidak menyerahkan data tambahan, karena sudah cukup," kata Nur Huda Husein.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Keluarga fotografer Angkasa sedih belum dapat kepastian
korban sukhoi. merdeka.com/REUTERS

Keluarga fotografer Majalah Angkasa, Didik Nur Yusuf berkunjung ke posko tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Polri, Sabtu (19/5). Namun mereka kecewa, karena belum ada kepastian hasil identifikasi jenazah Didik."Saya merasa sedih. Karena kegiatan SAR sudah ditutup, hal itu mendorong saya untuk mendapatkan kepastian," ujar kakak kandung Didik, Nur Huda Husein di posko DVI RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (19/5).Husein menambahkan, kedatangannya ke RS Polri bukan berdasarkan undangan maupun telepon dari DVI. "Saya ke sini atas inisiatif sendiri. Saya juga tidak menyerahkan data tambahan, karena sudah cukup," katanya.Selain itu, Husein merasa cukup puas terhadap kinerja tim DVI meskipun belum mendapat kepastian. "Kami cukup menghargai tim yang masih bekerja keras untuk mengidentifikasi korban," ungkapnya.Husein berharap ada kabar lebih meyakinkan terkait adiknya, Didik. "Karena kegiatan SAR sudah mulai diturunkan, saya berharap mendapat kepastian kabar keberadaan adik saya," tuturnya.Dua jurnalis majalah Angkasa, fotografer Didik Nur Yusuf dan reporter Dody Aviantara ikut dalam pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak. Keduanya meliput untuk majalah khusus dunia penerbangan ini.

Rekomendasi