Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di kawasan Klandasan Ulu, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/1) dini hari. Lima jam kemudian api baru berhasil dipadamkan. Sekitar 200 rumah hangus, ibu dan dua anaknya tewas terpanggang.
Keterangan diperoleh merdeka.com, api mulai berkobar sekira pukul 00.05 WITA, dengan cepat merembet ke bangunan lain yang memang masuk kawasan padat permukiman.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran jelang tengah malam itu. Namun dikabarkan, kobaran api disebabkan korsleting arus listrik di rumah salah satu warga. Seluruh armada pemadam di Balikpapan, diterjunkan ke lokasi, untuk memadamkan api. Kobaran api baru berhasil dipadamkan, sekira pukul 05.30 WITA.
Tercatat, permukiman di 5 RT Kelurahan Klandasan Ulu, ludes terbakar. Mulai dari RT 11, RT 12, RT 13, RT 22 dan RT 23. Rumah warga yang paling banyak terbakar berada di RT 12.
"Jadinya mirip seperti lapangan bola. Karena awalnya permukiman padat," kata Wardana (43), salah seorang warga Balikpapan, kepada merdeka.com, Jumat (5/1).
Sementara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara Kelas A Balikpapan melansir, peristiwa itu menghanguskan ratusan rumah, mulai dari permukiman kawasan Bhayangkara hingga kawasan sekitar RS Tentara.
"Kobaran api benar-benar bisa dipadamkan sekirar jam 6.30 tadi. Kurang lebih sekitar 203 rumah yang hangus," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara Gusti Anwar Mulyadi dalam keterangannya.
Namun yang memprihatinkan, di sela upaya pendinginan di lokasi, sekira pukul 05.45 WITA, tim pemadam dan evakuasi gabungan, menemukan tiga orang jasad satu keluarga yang terbakar.
Ketiga korban itu adalah seorang ibu dan tiga anaknya, masing-masing Sri Aminah (35), dan 2 anak laki-lakinya, Dafa (7) serta Fauzan (3). Kepastian satu keluarga itu didapat dari keterangan saksi di lokasi.
"Ya ditemukan meninggal dunia. Setelah teridentifikasi, ketiga korban dievakuasi menggunakan ambulan. Ketiganya ini juga korban kebakaran (rumahnya hangus terbakar)," terang Gusti.
Gusti menegaskan, kawasan yang hangus terbakar, memang masuk kawasan permukiman padat. "Topografi masuk kawasan padat, dan akses sulit," tambah Gusti.
Sekitar 18 unsur pemadam dan tim evakuasi baik dari Kantor Pencarian dan Pertolongan, BPBD, Polri, TNI dan organisasi relawan kebencanaan kembali ke pos masing-masing setelah kobaran api padam. Peristiwa itu kini dalam penyelidikan kepolisian.