Kajian Sumber Waras dibuka, Ahok klaim 'niat jahat saja tak ada

Kajian itu akan dibuka KPK di sela rapat dengan Komisi III DPR.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kajian Sumber Waras dibuka, Ahok klaim 'niat jahat saja tak ada
Bukti kasus Sumber Waras versi Ahok. ©2015 merdeka.com/istimewa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana membuka kajian kasus Sumber Waras di sela pertemuan dengan Komisi III DPR hari ini. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menanggapi santai dan akan menunggu dibukanya hasil kajian tersebut."Kita tunggu saja, aku juga enggak tahu. Enggak dapet contekan sih aku," kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Selasa (14/6).Ahok ngotot tidak memiliki niat jahat dalam pembelian lahan yang rencananya akan dibangun rumah sakit kanker dan jantung itu."Menurut saya, saya dipanggil beberapa kali niat jahat saya juga enggak ada, salahnya juga enggak, beli tanah juga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Mau salah di mana saya juga enggak ngerti," pungkasnya.Seperti diketahui, Kasus dugaan penyelewengan dana dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras sudah memasuki tahap finalisasi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membeberkan hasil kajiannya saat rapat dengan komisi III DPR."Sebetulnya kita sudah ada konklusinya. Tapi mohon maaf mungkin Anda harus menunggu besok," ujar ketua KPK Agus Rahardjo di gedung KPK, Senin (13/6).Agus punya alasan kuat memilih gedung DPR untuk membeberkan hasil kajian kasus yang juga menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Menurutnya, ini merupakan kesepakatan bersama antar pimpinan KPK yang memilih membuka hasil kajian di DPR.Meski sudah mengantongi kesimpulan kasus ini, Agus mengaku masih perlu meminta penjelasan dan konfirmasi dari satu instansi. Namun dia enggan menyebut instansi yang akan diminta konfirmasinya."Kami ingin menanyakan satu instansi lagi tapi yang lainnya konklusinya sudah clear. Bisa saja kan kasus itu konklusinya seperti apa. Bisa saja tidak memenuhi harapan beberapa pihak atau memenuhi harapan pihak lain," ucapnya.

Rekomendasi