Kedatangan 1,2 juta vaksin Covid-19 dan disusul 30 juta bahan baku vaksin lagi dianggap menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi di Indonesia. Pasalnya, daya beli masyarakat berkurang drastis selama pandemi.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani menilai kehadiran vaksin tersebut adalah jawaban dan keraguan banyak pihak terhadap pandemi. Masyarakat Indonesia sangat mengharapkan divaksinasi agar dapat beraktivitas seperti biasa di era baru.
"Jelas, kedatangan vaksin itu mengurangi ketikdapastian," ungkap Rosan di Palembang, Senin (7/12).
Menurut dia, pandemi sangat terasa bagi daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat berkontribusi hingga 57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Daya beli masyarakat menurun otomatis berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan kedua, pertumbuhan ekonomi kita 5,32 persen," ujarnya.
Dikatakan, daya beli berpengaruh dari mobilitas masyarakat. Semakin tinggi mobilitas maka perekonomian semakin menggeliat. Vaksinasi Covid-19 diyakini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat tersebut.
"Selama pandemi, kalangan menengah ke atas lebih memilih menyimpan dananya di bank, padahal total konsumsi masyarakat 80 persen diantaranya dari kalangan itu," kata dia.
Kedatangan vaksin Covid-19 juga berpengaruh positif terhadap peningkatan konsumsi investasi yang juga bermuara pada pertumbuhan ekonomi. Dia meyakini beberapa sektor usaha yang segera pulih adalah makanan dan minuman, industri pengolahan, dan logam dasar.
Dengan demikian, kata dia, angka pengangguran yang kini berjumlah 14 juta orang dan separuh diantaranya dampak pandemi, dapat berkurang. Dan pada 2022 mendatang, perekonomian Indonesia baru pulih sepenuhnya.
"Kita punya semangat dan kepercayaan yang tinggi bahwa ekonomi Indonesia akan benar-benar pulih kembali," ujarnya.
Meski vaksinasi telah dilakukan nantinya, sambung dia, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, risiko penularan virus corona masih tetap tinggi dan dapat menyasar kepada siapa pun.
"Tetap patuhi imbauan pemerintah, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak menjadi kebiasaan baru dan penting dilakukan," pungkasnya.