Kades akui pemeran video porno 'Pamotan Bergoyang' warganya

Reporter : Parwito | Kamis, 20 Juni 2013 01:10

Kades akui pemeran video porno 'Pamotan Bergoyang' warganya
Ilustrasi ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar video porno yang menggegerkan Desa Pamotan, Rembang, Jawa Tengah. Video itu menunjukkan pasangan muda-mudi yang diduga warga setempat.


Kepala Desa Pamotan Pamotan, Andi Suviran ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (19/6) membenarkan bahwa laki-laki dan perempuan dalam rekaman video porno adalah warganya. Ia meminta kepedulian dan pengawasan lebih ketat dari para orangtua, tokoh agama dan tokoh masyarakat, sehingga peristiwa semacam itu tidak terulang lagi.

"Orang dalam rekaman itu warga kami, kami meminta kepada orang tua untuk mengawasi lebih ketat anak-anaknya supaya tidak terjerumus ke dalam perbuatan asusila dan pergaulan bebas," ungkap Andi.

Kapolsek Pamotan, AKP Kisworo menyatakan, pihaknya tidak bisa gegabah melangkah. Yang pertama harus dipastikan dulu, apakah video benar-benar rekaman asli atau sudah direkayasa. Untuk memastikan, dibutuhkan keterangan dari tenaga ahli di bidang itu. Kisworo enggan berkomentar lebih jauh.

"Untuk sementara saya tidak mau berkomentar lebih jauh, masih kami lakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap video tersebut," ujarnya pendek.

Seperti diberitakan, warga Desa Pamotan, Rembang, Jateng dan sekitarnya digegerkan dengan beredarnya video porno pasangan muda mudi yang diduga pelakunya adalah warga Pamotan, Rembang. Akibatnya, sejumlah kalangan menyebut video porno itu dengan sebutan 'Pamotan Bergoyang'.

Video porno yang beredar dari ponsel ke ponsel ini berdurasi 18 menit 3 detik. Dalam video tampak seorang laki-laki dengan sengaja memasang ponsel untuk merekam adegan mesum. Setelah itu menciumi perempuan yang tengah tiduran, diperkirakan pacarnya. Tak berselang lama, berlanjut dengan berhubungan intim seperti suami istri. Selama berhubungan, terdengar suara TV cukup keras.

[tts]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Video Porno

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE