Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Pemerintah Daerah di Papua tidak mengobral perizinan usaha untuk eksploitasi sumber daya alam (SDA). Hal itu disampaikan Jokowi saat berdialog dengan para gubernur, bupati, wali kota dan tokoh masyarakat se-Papua Barat di Sorong, Papua Barat."Jangan mengobral-obral yang namanya lisensi atau izin-izin, kekayaan kita habis, rakyat tidak sejahtera, tidak dapat apa-apa, ini yang saya titip," kata Presiden di Sorong, seperti dikutip Antara, Senin (29/12). Pertemuan tersebut mengawali kegiatan Presiden Jokowi di hari ketiga blusukan di tanah Papua, sebelum bertolak kembali ke Jakarta sore nanti.Dalam kesempatan Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Tampak hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja diantaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Tedjopudjianto. Hadir juga Gubernur Papua Barat Abraham Oktavianus Atururi, 12 bupati dan wali kota, pimpinan lembaga legislatif dan yudikatif daerah serta para tokoh adat dan agama di Papua Barat.Jokowi mengingatkan, Indonesia pernah terjebak dalam obral lisensi sumber daya alam. Pada 70-an-80-an, Indonesia mengalami boom minyak. Namun kini minyaknya habis, namun kesejahteraan masyarakat juga belum tercapai. Begitu pula dengan boom kayu di tahun 80 an. "Kini diulang lagi batu bara," cetus dia.Untuk itu, Jokowi mengingatkan perlunya kebijakan yang benar dan tepat agar mampu menyejahterakan.Usai dari Sorong, Jokowi dan rombongan bertolak ke Jakarta melalui Biak. Presiden bertolak dari Sorong menuju Biak usai menemui para nelayan di Pelabuhan Rakyat, Distrik Manoi, Kelurahan Malawe, Sorong setelah sebelumnya bertemu dengan para kepala daerah, tokoh adat dan tokoh agama se-Papua Barat.
Jokowi di Sorong: Jangan mengobral izin, kekayaan kita habis
Jokowi mengingatkan kepala daerah di Papua jangan mudah memberi izin eksploitasi sumber daya alam.
Advertisement
Rekomendasi