Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JK Dukung PSBB Jakarta: Kalau Tidak akan Capai Puncak Lebih Tinggi, Lebih Berbahaya

JK Dukung PSBB Jakarta: Kalau Tidak akan Capai Puncak Lebih Tinggi, Lebih Berbahaya Jusuf Kalla. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 14 September merupakan keharusan. Hal itu mengingat jumlah warga terjangkit Covid-19 terus bertambah dengan pesat.

"Untuk PSBB mau tidak mau kita harus ikuti karena memang faktanya terjadi peningkatan. Dengan segala upaya yang telah kita tempuh dan harapan kita grafiknya akan landai, tapi yang terjadi justru makin naik. Artinya sesuatu yang tegas harus dilaksanakan kalau tidak akan mencapai puncak lebih tinggi akan lebih berbahaya lagi," jelas JK.

Hal ini disampaikan JK usai melakukan launching penyerahan 3.900 alat semprot disinfektan mandiri kepada seluruh masjid yang ada diwilayah DKI Jakarta di Masjid Agung Sunda Kelapa, Minggu (13/9).

Untuk itu JK menilai PSBB merupakan sebuah langkah tegas yang harus diambil demi menghindari penularan semakin masif dan mencapai tingkat yang sangat membahayakan.

Menanggapi adanya pertentangan antara Pemerintah DKI dan Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan PSBB, menurut JK, itu hanya soal metodologi penanganan wabah. JK berharap tidak perlu ada pertentangan mengingat Presiden sendiri telah berkomitmen untuk mengutamakan kesehatan dibanding ekonomi.

"Itu hanya soal cara saja, saya baca semalam sampai pagi ini masih rapat untuk bersinergi mengenai itu. Jangan lupa presiden sendiri telah mengemukakan dengan lugas bahwa kesehatan harus diutamakan, jadi saya rasa pemerintah Pusat dan Provinsi tidak perlu saling bertentangan," tuturnya.

Lebih Lanjut, mantan Wapres ke 10 dan 12 ini mengungkapkan yang terpenting dalam menangani Covid-19 adalah terlebih dahulu sebabnya, kemudian akibatnya yaitu penurunan laju ekonomi. Menurutnya, apabila wabah bisa ditangani maka ekonomi akan dapat berjalan kembali.

"Ini kan masalah sebab akibat saja, yang menjadi sebab adalah pandemi Covid-19 yang berakibat turunnya ekonomi. Jadi sebabnya dulu yang diselesaikan. Karena alat produksi tetap ada, seperti hotel, moda transportasi, hanya permintaannya saja kurang. Dan ketika sebab utamanya hilang maka ekonomi akan lancar lagi. Jadi sebabnya dulu yang diselesaikan," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP