Jalani kesaksian pertama, Jessica buka-bukaan isi paper bag-nya

Jalani kesaksian pertama, Jessica buka-bukaan isi paper bag-nya. Terdakwa Jessica Kumala Wongso untuk pertama kalinya memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Jessica pun mengungkap isi paper bag yang sempat dicurigai sebagai tempat penyimpanan racun sianida.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jalani kesaksian pertama, Jessica buka-bukaan isi paper bag-nya
Sidang Jessica. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Terdakwa Jessica Kumala Wongso untuk pertama kalinya memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Jessica pun mengungkap isi paper bag yang sempat dicurigai sebagai tempat penyimpanan racun sianida.Jessica mengaku paper bag tersebut berisi sabun yang baru dibelinya di salah satu toko sabun dan parfum. Barang-barang itu rencananya akan diberikan sebagai oleh-oleh kepada teman-temannya di Australia."Saya beli sabun cuci tangan, karena toko itu spesialisasi sabun dan parfum yang wanginya aneh-aneh. Ada yang spesial, habiskan beberapa menit mana yang mau dibeli. Karena Enggak mungkin kasih 1-2 orang. Waktu saya ke kasir, sebelum dimasukin ke kantong, lalu saya bilang bisa dibungkus, mbaknya bilang boleh, saya minta satu-satu," ujar Jessica menanggapi pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ardito Muwardi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (28/9).Pembelian itu dilakukannya untuk mengisi waktu luang sembari menunggu Mirna dan temannya Boon Juwita alias Hani tiba di Grand Indonesia. Namun, Jessica mengaku paper bag yang diterimanya berdasarkan pemberian dari kasir toko tersebut."Tidak ngeh (ukuran paper bag). Tidak perhatikan. Seingat saya tidak minta (ukuran yang diinginkan). Kemudian dipisahin, tapi saya tidak lihat. Setelah itu dapat itu, saya kembali ke restoran aja," ungkapnya.

Rekomendasi