Ini penyebab massa ngamuk dan rusak kantor BNN Kalimantan Timur

Kemarahan warga sampai merusak kantor BNN Kalimantan Timur di Jalan Rapak Indah, Samarinda, akhirnya meredam. Penyelidikan sementara, massa marah lantaran warga mereka, Noviandi, tewas akibat luka tembak petugas BNN.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Ini penyebab massa ngamuk dan rusak kantor BNN Kalimantan Timur
Ilustrasi Bentrokan. ©2016 Merdeka.com

Kemarahan warga sampai merusak kantor BNN Kalimantan Timur di Jalan Rapak Indah, Samarinda, akhirnya meredam. Penyelidikan sementara, massa marah lantaran warga mereka, Noviandi, tewas akibat luka tembak petugas BNN.Kepolisian menyebut massa tidak tahu penyebab Noviandi ditembak hingga akhirnya meregang nyawa, Rabu (28/12) malam kemarin. Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah Noviandi sempat dibawa massa masuk ke dalam kantor BNN Kalimantan Timur."Akhirnya korban dibawa ke sini (kantor BNN Kalimantan Timur). Kalau ada penegakan hukum, mestinya ada kejelasan kepada masyarakat, karena masyarakat inginkan adanya kejelasan," kata Kapolresta Samarinda Kombes Eriadi di kantor BNN Kalimantan Timur, Kamis (29/12).Menurut Eriadi, diduga ada miskomunikasi antara BNN dengan masyarakat dan keluarga korban Noviandi. Untuk itu, semestinya, hal tersebut bisa disampaikan kepada keluarga korban."Kesalahan apa, penegakan hukum seperti apa. Dengan ini, harus bisa disampaikan kepada masyarakat," ujarnya. "Kalau ramai ada dugaan praduga negatif di tengah masyarakat, tentu jadi ramai. Kita sudah dengarkan keluhan mereka, kita sampaikan belasungkawa," tambah Eriadi.Eriadi menyebut, pihaknya menyelidiki dugaan Noviandi sebagai penikam personel BNN pada 25 Desember 2016. "Itu masih lidik ya, apakah benar dia (Noviandi menikam personel BNN), masih dalam proses. Belum tentu dia pelakunya. Jadi, tidak ada kejelasan itu, yang belakangan menjadi persoalan," ungkap Eriadi."Kepada BNN kita imbau, koordinasi dalam hal penegakan hukum. Setidaknya, dalam langkah-langkah penegakan hukum. Tidak bisa kita berlaku sewenang-wenang," terangnya.Diketahui, Noviandi sendiri, diduga terlibat jaringan narkoba. Dia ditangkap personel BNN Kalimantan Timur, 25 Desember 2016 lalu, di Samarinda. Namun upaya penangkapan BNN, tidak berjalan mulus. Seorang personel BNN, Gatot, anggota kepolisian dari Polres Malinau yang baru saja bergabung di BNN, diduga ditikam Noviandi dan rekan Noviandi, yang masih dalam buruan.Noviandi sempat kabur, dan akhirnya dia berhasil dibekuk BNN, Rabu (28/12) sore kemarin. Terdapat luka tembak di kaki Noviandi, lantaran masih nekat melawan petugas, sehingga dilarikan ke RSUD AW Syachranie. Tidak hanya luka tembak, wajah Noviandi juga terlihat memar. Namun akibat banyak darah yang dikeluarkan, Noviandi menghembuskan nafasnya dini hari tadi.

Rekomendasi