Wali kota Bekasi Dr H Rahmat Effendi menanggapi banyaknya sorotan masyarakat pengguna sosial media terhadap kondisi di Bekasi. Menurutnya banyaknya kritikan yang dilontarkan tersebut menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja pemerintah Kota Bekasi lebih baik dalam pembangunan di beberapa sektor kehidupan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Bekasi. "Kita akan terus berupaya menjadikan Kota Bekasi ini menjadi lebih baik. Kita juga akan melanjutkan cita-cita Kota Bekasi yang dituangkan melalui Visi Misi Kota Bekasi periode 2013-2018 untuk membawa masyarakat Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan. Untuk itu peran masyarakat Kota Bekasi dibutuhkan untuk bersama mencapai cita-cita tersebut," kata Rahmat Effendi seperti dikutip dari situs Pemkot Bekasi, Senin (13/10).
"Dan saya mohon untuk tidak meragukan komitmen saya bersama Wakil Wali kota Bekasi H Ahmad Syaikhu berusaha membawa Kota Bekasi lebih baik sesuai dengan kesanggupan dan kemampuan yang kami miliki untuk memimpin masyarakat Kota Bekasi," lanjut dia.Rahmat Effendi kemudian menjelaskan kondisi sebenarnya terutama soal kemacetan. "Kondisi macet memang kita sedang menyelesaikan 19 titik macet yang ada dan secara bertahap sedang kita laksanakan melalui APBD Kota dan juga kita koordinasikan dengan mitra kerja antar daerah dengan DKI," ujarnya."Tahun ini bantuan Provinsi Jawa Barat kita bangun pelebaran sisi jembatan tol timur, sisi selatan jalan KH Noer Alie/Kalimalang dalam rangka akses atas dibukanya Ram Kalimalang III. Terobosan dan inovasi mencari ruang seperti ini yang terus dilakukan dinas teknis menyelesaikan titik-titik macet yang ada," kata Rahmat Effendi.
Advertisement
Terkait perbaikan jalan-jalan di Kota Bekasi yang rusak, pihaknya melalui Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi berupaya melaksanakan perbaikan jalan-jalan. Selain itu Pemkot Bekasi juga melakukan koordinasi yang intens dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk segera memperbaiki jalan rusak yang menjadi kewenangan mereka. Ia pun menyebutkan tingkatan jalan di antaranya ada jalan kota, jalan provinsi dan jalan negara. "Kita selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Ada beberapa perbaikan ruas jalan yang menjadi kewenangan mereka. Untuk jalan protokol di Kota Bekasi terus kami perbaiki kerusakannya hingga akhir tahun anggaran 2014," kata Rahmat Effendi.
Ada juga program pemerintah Kota Bekasi di antaranya dialokasikan untuk perbaikan jalan lingkungan seperti melalui Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Masyarakat (P3BK). Program ini sebelumnya dimusyawarahkan perencanaannya pada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang menjadi pelaksana kegiatannya. Dana pembangunan partisipatif yang digelontorkan ditiap kelurahan dan kecamatan ini semata untuk menggerakkan partisipasi masyarakat."Program ini telah tiga tahun berjalan dengan baik dan diperoleh kualitas jalan-jalan lingkungan yang baik sebab ada pengawasan langsung masyarakat. Kami memberikan dana hibah ini agar masyarakat peduli dan lebih menjaga fasilitas lingkungan terutama yang mereka kerjakan sendiri," lanjut dia.Perkembangan pembangunan Kota Bekasi juga kata Rahmat Effendi disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2011-2031. Menurutnya kegiatan perkotaan yang utama berada pada sektor perdagangan dan jasa dan di Kota Bekasi sangat strategis untuk mengembangkan kedua sektor pembangunan tersebut. Maka tak heran banyak investor tertarik berusaha di kota Bekasi.
Menurutnya, pembangunan hotel-hotel, mall dan pusat perbelanjaan lainnya juga akan mampu meningkatkan perekonomian di Kota Bekasi. "Periode Wali kota sebelumya fokus Kota Bekasi pada sektor perdagangan dan jasa. Periode sekarang pun kita akan terus membangun Kota Bekasi lebih baik, sesuai dengan RT RW Kota Bekasi. Pemkot juga memberikan jaminan regulasi atau kepastian hukum agar investor tersebut mau menanamkan modalnya di Bekasi. Kita lihat pemerintah kota di dunia pun dibantu pemodal," kata Rahmat Effendi.
Advertisement