Imbas Virus Corona, Lokalisasi 'Gang Sadar' di Baturraden Tutup

"Tamu sepi sejak awal bulan Maret. Ngungkuli (melebihi) bulan puasa," kata dia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Imbas Virus Corona, Lokalisasi 'Gang Sadar' di Baturraden Tutup
Penyemprotan. ©2020 dokumen humas Pemda DIY

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyumas menutup kawasan lokalisasi Gang Sadar Baturraden, Banyumas. Penutupan ditandai dengan pemasangan spanduk sosialisasi untuk menekan angka penyebaran virus Korona persis di depan gang.

Ketua Paguyuban Warga Kos RT 7/RW 2, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Amir S mengatakan penutupan bagian inisiatif para warga kos (sebutan penghuni indekos di lokasasi Gang Sadar).

"Sebetulnya sudah tutup sejak gempar wabah Korona. Kebetulan ada instruksi dari Bupati atau pemerintah untuk menghentikan aktivitas di Gang Sadar," kata dia, Senin (6/4).

Amir mengakui, sejak ramai isu corona, anak kos tidak lagi beraktivitas. Selain itu, pengunjung juga sepi. "Tamu sepi sejak awal bulan Maret. Ngungkuli (melebihi) bulan puasa," kata dia.

Sebagian anak-anak kos memilih pulang ke kampung halaman masing-masing. Sebagian lain, merasa takut untuk pulang sebab kampung halamannya melakukan karantina wilayah. Kebanyakan warga kos Gang Sadar bukan dari daerah Banyumas.

Saat ini, di kompleks lokalisasi Gang sadar terdapat sekitar 60 orang dari 200 warga kos yang bertahan di lokalisasi tersebut.

"Yang bertahan ya menjadi tanggung jawab bose (Ketua). Mereka juga memasak sendiri di tempat indekos masing-masing. Seperti rumah sendiri lah," ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada penghuni indekos agar melakukan pola hidup sehat. Mulai dari menyediakan tempat untuk mencuci tangan dan wajib menggunakan masker. Menurut dia, semua penghuni kos menyadari tentang bahayanya penyakit ini.

Amir mengaku tidak mengetahui sampai kapan waktu penutupan kawasan tersebut. Dia hanya menunggu instruksi dari pemerintah sebab semua daerah juga memberlakukan hal serupa.

Bupati Banyumas, Achmad Husein membenarkan adanya penutupan tersebut. Namun, dia belum mau memberikan keterangan lebih lanjut kepada awak media.

"Inggih betul (ditutup)," jawabnya singkat.

Rekomendasi