Imbas Covid-19, Pemprov DKI Jakarta akan Reformasi Manajemen RSUD dan Puskesmas

"Jadi dibuat beberapa wilayah saja untuk eksperimen dan mungkin waktunya tidak terlalu lama. Kalau ini rasanya bisa jauh lebih cepat karena turn over pasien itu relatif tinggi," ucap Anies

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Imbas Covid-19, Pemprov DKI Jakarta akan Reformasi Manajemen RSUD dan Puskesmas
Ruang isolasi pasien corona di RSUP Persahabatan. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng dua rumah sakit swasta dan 1 rumah sakit negeri dalam rangka reformasi Rumah Sakit Umum Daerah dan Pusat Kesehatan Masyarakat. Dua rumah sakit tersebut yakni Rumah Sakit Pondok Indah dan Siloam.

Pada rapat pimpinan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan reformasi RSUD dan Puskesmas untuk membiasakan budaya baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Begitu ditulis kebiasaan, saya rasa lebih mudah untuk menerjemahkannya jadi kebiasaan-kebiasaan yang harus diubah," ujar Anies yang dikutip melalui Channel Youtube Pemprov DKI, Rabu (19/8).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan hal-hal yang akan diubah dengan kebiasaan baru mencakup seluruh aspek, seperti standar administrasi, manajemen, hingga standar pelayanan kasir.

Untuk teknisnya, Pemprov DKI bisa membuat kolom mengenai standar of procedure (SOP), kemudian membandingkan poin apa saja yang berbeda untuk dijadikan pertimbangan reformasi RSUD dan Puskesmas.

"Misalnya ambil rumah sakit yang dianggap cukup baik dan bersedia, kemudian kerja bareng nanti mulai dari bagian administrasinya sampai bagian radiografinya, semuanya," tuturnya.

Dia menargetkan, kerja sama dengan swasta bisa dimulai dalam waktu dekat, terlebih kondisi Pandemi Covid-19 mengharuskan adanya peningkatan kualitas pelayanan oleh RSUD ataupun Puskesmas.

"Dan lagi-lagi manfaatkan momentum Covid ini untuk kita bikin terobosan. Jadi dibuat beberapa wilayah saja untuk eksperimen dan mungkin waktunya tidak terlalu lama. Kalau ini rasanya bisa jauh lebih cepat karena turn over pasien itu relatif tinggi," ucap Anies.

Rekomendasi