Identifikasi Sidik Jari Korban Erupsi Gunung Semeru Sulit, Tim DVI Pakai Tes DNA
Merdeka.com - Menguak identitas jenazah yang sudah tidak dikenali secara visual bukanlah hal yang mudah. Apalagi, rata-rata korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru, Lumajang, sudah tidak lagi memiliki sidik jari yang sempurna.
Kesulitan inilah yang diungkapkan oleh Kabid Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi. Ia menyatakan, hasil penentuan identitas korban sangat tergantung pada kualitas data baik itu dari postmortem maupun antemortem. Sedangkan data tersebut, diakuinya masih terbatas.
"Hasil dari penentuan identitas sangat tergantung dari kualitas data yang kita dapat baik dari postmortem maupun antemortem kita memiliki keterbatasan dari kedua data tersebut," jelasnya.
Ia mengakui, banyak dari jenazah yang sidik jarinya sudah rusak. Sehingga, hal itu diakuinya menyulitkan data postmortemnya.
"Kita memiliki keterbatasan dari data postmortem. Banyak jenazah yang sidik jarinya sudah rusak, kita masih berharap ada jenazah lain yang bisa diidentifikasi sidik jarinya," tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui jika ada metode lain yang dapat digunakan untuk proses identifikasi. Metode itu adalah melakukan identifikasi melalui DNA (Deoxyribonucleic Acid) atau informasi genetik. Hal inilah, yang saat ini tengah dilakukan pihaknya.
"Kita bisa lakukan proses DNA tapi butuh waktu dan sedang dikerjakan dan kita nunggu proses," tandasnya.
Metode lain adalah menggunakan proses identifikasi melalui gigi jenazah. Namun, metode ini terbentur dengan data yang dipercayai untuk diperbandingkan. Apalagi, jika data yang didapat tidak diperoleh dari dokter gigi melainkan hanya dari keterangan keluarga.
"Kondisi gigi sangat baik pada jenazah tapi kita memiliki keterbatasan sangat sedikit tidak ada data gigi yg bisa kita percayai untuk dibandingkan. Data gigi yang kita dapat bukan dari dokter gigi tapi dari keterangan keluarga," tegasnya.
Meski demikian, proses identifikasi akan terus dilakukan pihaknya. Namun, ia mengaku tidak akan melakukannya dengan buru-buru lantaran proses semacam ini dibutuhkan ketelitian.
"Kita dituntut untuk melakukan ketelitian. Untuk itu kita tidak akan terburu-buru. Untuk itu mohon keluarga bersabar," tutupnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya