Keluarga korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 PK-LQP berbesar hati usai melihat lokasi jatuhnya pesawat di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (6/11). Rombongan keluarga korban melakukan peninjauan dengan menggunakan dua kapal milik TNI Angkatan Laut (AL), yakni KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin.
Salah satu anggota keluarga meminta Tim SAR gabungan untuk mencari korban di dasar laut. Pasalnya, keluarga saat itu terdaftar dalam manifes 100 dengan nomor bangku 24C.
"Mereka (tim SAR) sudah kerja semaksimal mungkin ya. Dari Basarnas maupun lainnya terkait kerja siang malam selama 24 jam sesuai instruksi Presiden, saya dari pihak keluarga apapun hasilnya menerima," kata anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya saat berbincang dengan merdeka.com di atas Kapal KRI Banda Aceh, Selasa (6/11).
Keluarga berharap evakuasi tidak dihentikan. Dia masih berharap anggota keluarganya yang jadi korban bisa ditemukan.
"Bagi saya keluarga jangan hentikan, karena dari 197 penumpang baru 14 sudah teridentifikasi. Saya berharap sekali keluarga saya bisa ditemukan," tegasnya.
"Siap kita terima apapun kondisinya. Biarpun itu apa bentuknya baik sudah dikafani atau bentuk peti pun sesuai instruksi dari Rumah Sakit Polri jangan dibuka ikhlas," sambungnya.
Sementara itu keluarga dari Ruhmadi Ramdan, dengan manifes 123, meminta tim dapat segera angkat seluruh para korban.
"Saya keluarga dari namanya Ruhmadi Ramdan, manifes 123. Kami terima dengan kondisi apapun, nggak masalah apabila tak lengkap," kata Bambang.