Hanya 12 Penumpang Penerbangan Internasional Tiba Bali, Satu di Antaranya Positif Cov

Pembukaan penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah, Bali, sejak Jumat (4/2), belum mampu mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata. Satu-satunya pesawat yang tiba dari luar negeri hanya mengangkut 12 penumpang, bahkan seorang di antaranya diketahui positif Covid-19.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Hanya 12 Penumpang Penerbangan Internasional Tiba Bali, Satu di Antaranya Positif Cov
Gubernur Bali Wayan Koster. ©2021 Merdeka.com

Pembukaan penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah, Bali, sejak Jumat (4/2), belum mampu mendongkrak kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata. Satu-satunya pesawat yang tiba dari luar negeri hanya mengangkut 12 penumpang, bahkan seorang di antaranya diketahui positif Covid-19.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, pesawat yang tiba dari luar negeri itu milik maskapai Garuda Indonesia yang terbang dari Bandara Narita, Jepang. Ke-12 penumpang yang diangkut pesawat ini terdiri dari 6 warga negara asing (WNA) asal Jepang dan 6 warga negara Indonesia (WNI). Seorang di antara enam WNI itu dinyatakan positif Covid-19.

"Kan sudah dibuka penerbangan internasionalnya. Sudah ada yang datang dari Narita, Jepang. Penerbangan Garuda penumpangnya cuma 12. (Yaitu) enam WNI dan enam WNA yang satu WNI positif langsung di karantina," kata Koster saat konferensi pers di Gedung Gajah, Jayasbha, Denpasar, Bali, Selasa (8/2).

Bergantung Perkembangan Kasus Omicron

Ia menyebutkan sejak kedatangan pesawat Garuda Indonesia dari Jepang, belum ada lagi penerbangan internasional. Sejauh ini baru ada rencana kedatangan pesawat Singapore Airlines (SIA) pada 16 Februari 2022.

"Tapi, itu pun masih menunggu perkembangan varian Covid-19 khususnya Omicron ini. Jadi, sudah ada rencana penerbangan dengan penumpang yang lebih dari 70 orang. Tapi kepastian dan keberangkatannya akan melihat perkembangan Omicron ini," ujarnya.

Koster juga menjawab soal pertanyaan awal media terkait dibukanya penerbangan internasional di di tengah kasus Covid-19 yang meningkat. Menurutnya hal itu sudah dipertimbangkan sejak jauh hari.

"Kan pertimbangannya lebih dulu. Kalau tidak dipenuhi, ribut lagi," ujar Koster.

Rekomendasi