Adanya bencana Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, mengancam kegiatan Nusa Penida Festival di Klungkung sebagai ajang mempromosikan wisata. Bahkan bisa dikatakan festival ini terancam batal. Terlebih perhatian pemerintah saat ini tertuju pada penanganan pengungsi gunung Agung Karangasem.Bahkan dari 75 ribu lebih pengungsi yang tercatat saat ini, sedikitnya terdata di Klungkung ada 30 ribu lebih pengungsi dan terbesar di posko GOR Suwecapura dengan jumlah pengungsi sebanyak 20.191 jiwa.Seluruh posko pengungsian yang ada di Bali, bisa dikatakan terbanyak mengungsi di Kabupaten Klungkung. Hal inilah yang membuat Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, all out membantu para pengungsi. Karenanya, Bupati Suwirta mengatakan 99 persen Nusa Penida Festival batal. "Masak ada orang berduka begini bikin festival," kata Suwirta di Klungkung, Rabu (27/9).Rencananya festival tersebut akan digelar pada bulan depan. "Kalau status Gunung Agung bisa menjadi normal tidak menutup kemungkinan festival itu juga akan digelar," ujarnya.Dia mengaku, warga Nusa Penida dengan dibatalkannya festival tersebut tidak ada yang kecewa. "Tidak- tidak ada yang kecewa. Kami sudah kontak dengan orang yang disana. Kalau terjadi bencana tamu juga tidak ada," tukasnya.Seperti diketahui bahwa saat ini Kabupaten Klungkung menjadi tempat pengungsian warga Gunung Agung, Karangasem. Sudah ada puluhan ribu warga Karangasem yang mengungungsi di Klungkung yang tersebar di 7 titik dan terbanyak di GOR Suwecapura.
Gunung Agung awas, festival Nusa Penida di Klungkung terancam batal
Gunung Agung awas, festival Nusa Penida di Klungkung terancam batal. Seluruh posko pengungsian yang ada di Bali, bisa dikatakan terbanyak mengungsi di Kabupaten Klungkung.
Advertisement
Rekomendasi