Gubernur Kalsel dan Gajah Tunggal Pantau Vaksinasi: Target 70 Persen di Akhir 2021

Presiden Joko Widodo sepulangnya dari meresmikan jembatan Sei Alalak, Banjarmasin (21/10) telah mengirimkan lagi 200 ribu dosis vaksin untuk Kalimantan Selatan.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Gubernur Kalsel dan Gajah Tunggal Pantau Vaksinasi: Target 70 Persen di Akhir 2021
Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. ©2021 Merdeka.com/Istimewa

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor meninjau sentra vaksinasi di Pangkalan TNI AL di Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Sentra vaksinasi ini diselenggarakan oleh Yayasan Upaya Indonesia Damai atau yang juga dikenal sebagai United in Diversity (UID) dan Yayasan Indonesia untuk Semua (YIUS).

Sentra ini juga menjadi salah satu titik dari perluasan cakupan vaksinasi massal UID-YIUS ke Pulau Kalimantan. Cakupan Vaksinasi yang didukung juga Gajah Tunggal di Kalimantan ini seluruhnya akan meliputi 33 kecamatan, yang terbagi di provinsi provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Sahbirin Noor menyampaikan penghargaan kepada kepala daerah di Kalsel yang menggelorakan vaksinasi di seluruh wilayahnya. Dia menegaskan, tidak usah takut akan kehabisan persediaan vaksin karena bisa meminta lagi ke pemerintah provinsi. Menurutnya, Presiden Joko Widodo sepulangnya dari meresmikan jembatan Sei Alalak, Banjarmasin (21/10) telah mengirimkan lagi 200 ribu dosis vaksin untuk Kalimantan Selatan.

"Pesan beliau apa? Segera habiskan, habiskan, habiskan. Ini adalah untuk kekebalan rakyat kita di dalam menghadapi Covid-19," kata Sahbirin Noor, Sabtu (6/11).

Dia mengharapkan target vaksinasi di Kalimantan Selatan yang sekarang sudah lebih 40 persen, bisa mencapai 60 sampai 70 persen di akhir tahun seperti yang diharapkan Presiden.

"Yakin dan percayalah yang dilakukan pemerintah adalah menjaga rakyatnya untuk bisa bertahan menghadapi Covid-19. Negara hadir saat rakyat dalam kesusahan, khususnya menghadapi Covid-19 ini," ujarnya.

Dalam peninjauan itu Sahbirin Noor didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H. Said Akhmad, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Ketua Pembina UID, Tuti Hadiputranto mengatakan, pendirian sentra sentra vaksinasi UID dan YIUS telah berlangsung sejak awal September yang ditujukan ke berbagai kota di Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan. Tujuannya untuk lebih mendekatkan pelayanan vaksinasi ke tengah-tengah lingkungan warga.

"Program ini berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, pemerintahan daerah setempat, dinas kesehatan, Puskesmas serta instansi TNI dan Polri untuk mendukung upaya Pemerintah meningkatkan percepatan laju vaksinasi, serta mendorong pemerataan target pencapaiannya antar-daerah Indonesia," ujar Tuti.

Sementara itu, Muliawan Margadana, mewakili Gajah Tunggal dan perusahaan perusahaan sponsor menyampaikan terima kasih atas dorongan dan apresiasi pihak pemerintah terhadap kolaborasi dengan dunia usaha dalam kerja besar bersama memperluas cakupan vaksinasi dan mendorong laju percepatannya.

“Kegiatan yang dilakukan melalui kemitraan dengan pihak swasta yang mendukung dengan sarana dan prasarana, tenaga vaksinator, serta memobilisasi masyarakat telah dinilai Pemerintah sebagai sangat efektif dalam mempercepat pencapaian target vaksinasi,” tutupnya.

Rekomendasi