Gagal berangkat umroh, ratusan calon jemaah geruduk kantor Abu Tours di Samarinda
Merdeka.com - Dua hari ini, kantor cabang Abu Tours and Travel di Jalan Ahmad Yani No A10, Samarinda, Kalimantan Timur, ramai didatangi calon jemaah yang meminta uang mereka kembali. Namun belakangan, kantor itu tutup, bahkan karyawannya dirumahkan dan belum gajian.
Pantauan merdeka.com, sejak pukul 14.55 Wita, calon jemaah datang silih berganti. Mereka kecewa dengan janji Abu Tours, yang akan memberangkatkan mereka umroh.
"Dijanjikan tanggal 15 Januari, mundur lagi tanggal 20, di reschedule lagi tanggal 30 Januari. Mereka sudah terima koper, terima baju, bahkan selamatan dengan keluarga dan tetangga," kata salah seorang agen, Ita, ditemui merdeka.com di kantor Abu Tours.
Ita menerangkan, tidak kurang 100 orang calon jemaah, sampai sekarang belum berangkat. "Saya bawa 150 orang jemaah. Ini dari Abu Tours, reschedule lagi sampai 10 Februari, belum juga ada kejelasan. Makanya ke sini minta kembali dana," ujar Ita.

Korban Travel Abu Tour ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya
Sebagai agen, Ita mengatakan, tidak ada kecurigaan pada awalnya. Bahkan, dia sempat yakin bahwa calon jemaah akan diberangkatkan oleh Abu Tours.
"Ternyata tidak diberangkatkan. Tidak ada inisiatif baik bantu agen. Kita jadi bingung karena kantor (Abu Tours) tutup, karyawan dirumahkan. Ini tutup, kita mengadu kemana?" keluhnya.
Ita sendiri merasa tidak tenang, lantaran merasa diintimidasi calon jemaah. Sementara, ketidakjelasan manajemen Abu Tours, hanya membuat bingung karyawannya.
"Kita sebagai karyawan juga bingung. Tidak ada perwakilan pusat, tidak diberikan arahan. Kita di sini cuma bantu untuk pengambilan berkas saja (bagi calon jemaah)," kata karyawan Abu Tours Cabang Samarinda, Puspa.
Puspa menerangkan, ada sekitar 1.700 calon jemaah yang terdaftar di Abu Tours Cabang Samarinda. Mereka rata-rata menyetor Rp 16 juta-Rp 20 juta.

Korban Travel Abu Tour ©2018 Merdeka.com/Nur Aditya
"Ada sekitar 1.700 orang yang kami kelola, akan berangkat. Kami masih belum hitung total calon jemaah yang minta kembali dana. Kami sebagai karyawan, juga tidak bisa kasih kepastian berangkat," terangnya.
Ramainya calon jemaah yang datang, membuat aparat Polsekta Samarinda Utara, menjaga kantor tersebut. Para calon jemaah, akhirnya disarankan melapor ke Polresta Samarinda.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya