Fakta-fakta ledakan bom di Mapolsek Bontoala saat malam tahun baru

Saat kejadian, anggota Mapolsek Bontoala tengah melakukan pengamanan pergantian tahun. Saat kejadian, Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin bersama Wakapolsek dan seorang anggota polisi sedang duduk di depan Mapolsek. Kemudian terdengar dua kali ledakan.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Fakta-fakta ledakan bom di Mapolsek Bontoala saat malam tahun baru
Ledakan di Mapolsek Bontoala Makassar. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Tahun 2017 telah berlalu. Pesta maupun penyambutan pergantian tahun 2017 menjadi 2018 dirasakan hampir di seluruh belahan dunia kemarin malam.

Tak terkecuali di Indonesia, perayaan pergantian tahun dirasakan hampir di seluruh kota di Tanah Air. Umumnya perayaan pergantian tahun berlangsung aman dan tak ada gangguan keamanan.

Namun beda cerita dengan yang terjadi di Mapolsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan. Malam pergantian tahun di Mapolsek tersebut diwarnai dengan ledakan bom rakitan. Ledakan terjadi di samping kanan area Mapolsek sekitar pukul 03.00 Wita.

Saat kejadian, anggota Mapolsek Bontoala tengah melakukan pengamanan pergantian tahun. Saat kejadian, Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin bersama Wakapolsek dan seorang anggota polisi sedang duduk di depan Mapolsek. Kemudian terdengar dua kali ledakan.

Bunyi ledakan pertama kecil sehingga Kapolsek Bontoala mengira hanya petasan biasa. Namun ledakan kembali terjadi. Kapolsek dan anggotanya pun langsung berdiri dan melakukan pengecekan.

Ledakan di Mapolsek Bontoala Makassar ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Namun nahas, rupanya pelaku sadar Kapolsek dan anak buahnya menuju ke lokasi. Pelaku lantas mengarahkan bom rakitan tersebut ke arah mereka. Bom rakitan itu lantas meledak dan melukai Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin dan Brigadir Yudirsan.

Kompol Rafiuddin mengalami luka di jari. Sedangkan Brigadir Yudirsan mengalami luka di bagian panggul kanan dan kaki kirinya. Keduanya kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara.

"Sebagai lambang kesiagaan, Kapolsek Bontoala sempat nembak tuh sebanyak tiga kali tapi karena gelap dan terluka membuatnya tidak konsentrasi," kata Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Umar Septono saat memantau langsung lokasi bersama Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Senin (1/1).

Umar menegaskan ledakan yang terjadi di halaman sebelah kanan Mapolsek Bontoala berasal dari bom low eksplosif. Menurutnya, bahan-bahan bom tersebut berasal dari petasan dan berisi paku, baut, dalam sebuah botol.

"Ledakan dini hari tadi itu dari bom berkekuatan low eksplosif karena bahannya dari bahan petasan. Hanya saja meliputi komponen paku, baut, sumbu dan botol sehingga melukai dua anggota polisi yakni Kapolsek kena jari dan satu lagi kena panggulnya," kata Irjen Pol Umar Septono.

Pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan serangan tersebut dilakukan kelompok teroris tertentu. Dari lokasi, polisi telah menemukan sejumlah barang bukti berupa paku, baut dan bahan bakar minyak. Saat ini tim gabungan termasuk densus 88 masih menyelidiki kasus tersebut.

Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono ©2018 Merdeka.com


Selain paku dan baut, petugas juga menemukan satu ransel berisi pisau dapur, tang dan tiga botol (2 botol berisi pertamax dan 1 botol kosong) dari lokasi. Selain itu juga ditemukan satu jaket yang tercecer di belakang Mapolsek.

Menurutnya, Kompol Rafiuddin di tengah kegelapan sempat melihat pelaku. Ciri-ciri pelaku masih muda.

"Sosok yang diduga pelaku itu masih muda, sekitar 1 atau dua orang," kata Umar Septono.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, setelah peristiwa tersebut, seorang remaja telah diperiksa. Pemeriksaan terhadap remaja yang belum diketahui identitasnya itu setelah diduga mengetahui insiden tersebut.

"Satu orang remaja belia kita ambil keterangannya sebagai saksi. Remaja inilah yang mengaku melihat langsung kejadian ledakan dan menyebut ada dua orang pelakunya," katanya saat ditemui di depan Mapolsek Bontoala, Makassar.

Sementara itu, korban ledakan, Brigpol Yudirsan sekitar pukul 11 Wita siang kemarin, selesai menjalani operasi. Brigpol Yudirsan menjalani operasi di jari kelingking kaki kiri dan paha.

Kapolda Sulsel dan Pangdam XIV jenguk korban ledakan bom ©2018 Merdeka.com

Menurut Irjen Pol Umar Septono, bagian tubuh Brigpol Yudirsan yang terluka itu terkena benda yang diduga baut dari bom tersebut.

"Bagian yang luka ini kena benda yang diduga baut dari bom itu di antaranya ke paha tembus ke belakang tapi kena otot hanya di bawah kulit. Jadi beberapa hari ke depan anggota ini akan dirawat dulu," katanya.

Selain Brigpol Yudirsan, ledakan bom tersebut juga melukai Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin. Akibat ledakan tersebut jari tangan Kapolsek terluka, tapi lukanya tidak separah yang dialami Brigpol Yudirsan.

Rekomendasi