Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono meyakini, sejumlah pelonggaran seperti ujicoba penghapusan karantina pelaku perjalanan luar negeri di Bali bukan untuk memuluskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Ataupun adanya tekanan dari pengusaha. Kebijakan pemerintah itu diambil dengan memperhitungkan risiko yang sudah dicermati.
Pandu bilang, ujicoba menghapus karantina itu sudah direncanakan sejak Desember 2021 lalu.
"Kita sudah rencanakan sejak Desember. Jadi tidak ada kaitan dengan Mandalika, tidak ada kaitan dengan tekanan pengusaha, enggak," ujarnya dalam diskusi daring, Sabtu (12/3).
Epidemiolog sudah melakukan perhitungan risiko (calculative risk) terhadap kebijakan-kebijakan pelonggaran. Termasuk kebijakan menghapus karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.
"Semuanya adalah kita melakukan calculative risk. Jadi resiko-resiko yang sudah kita cermati terhitung kita durasi karantina dihapus apa yang terjadi," jelas Pandu.
Advertisement
Penularan Lokal
Menurutnya, dihapusnya karantina tidak berdampak terhadap penularan Covid-19. Sebabnya, penularan lebih banyak berasal dari dalam negeri.
"Tidak banyak terjadi karena sebagian besar penularan bukan di dari luar, tapi dalam negeri," ucapnya.
"Kalau dicabut bebas tes pelaku perjalanan luar negeri, apakah akan terjadi lonjakan? belum tentu kenapa karena hanya itu persyarat bisa dilakukan kalau sudah imun artinya sudah divaksinasi," jelas Pandu.