Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Halid memprogramkan pengembangan wisata bertaraf internasional di sejumlah kawasan. Untuk menunjang itu, pasangan Aziz Qahhar Mudzakkar itu mendorong peningkatan fasilitas bandara di daerah destinasi wisata dan sekitarnya.
Pengembangan wisata internasional di Sulsel ala NH-Aziz menyasar sedikitnya empat daerah. Mulai dari Toraja, Maros, Bulukumba hingga Selayar.
Nurdin menuturkan pengembangan fasilitas bandara juga bagian dari upaya melakukan pemerataan infrastruktur. Misalnya Tana Toraja. Jika ingin dijadikan destinasi wisata dunia, semestinya harus ditunjang lapangan terbang internasional.
"Nah, di Toraja kan medannya agak sulit sehingga yang cocok itu Luwu. (Bandara) Bua di Luwu harus jadi bandara internasional sehingga memudahkan wisatawan," kata Nurdin, Jumat (23/2).
Toraja diketahui memiliki pesona alam dan budaya yang sangat mengagumkan. Daerah itu memang cocok menjadi destinasi wisata internasional.
Permasalahannya, akses menuju Toraja sangat jauh bila ditempuh melalui jalur darat. Dari Makassar ke Toraja dibutuhkan waktu sekitar 8 jam.
"Ya memang melelahkan kalau lewat perjalanan darat, jadi wisatawan terkadang berpikir. Bukannya keindahan yang langsung diperoleh, tapi kelelahan dulu. Makanya, penting adanya bandara yang representatif," ujar Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar tersebut.
NH-Aziz sendiri sudah memproyeksikan peningkatan bandara di sejumlah kawasan. Selain Toraja dan Luwu, pasangan nomor urut satu itu juga memilih Bone dan Selayar. Bone merupakan salah satu daerah berkembang yang dapat menjadi pusat ekonomi. Sedangkan, Selayar memiliki potensi wisata yang tidak kalah dari Bali.
"Bukan hanya Bali yang bisa jadi pusat wisata, tapi juga Selayar. Lalu ada pula Toraja," pungkas Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itu.