DPR Minta Menag Fachrul Razi Antisipasi Penyebaran Virus Corona Bagi Jemaah Haji

Fachrul Razi dengan tegas mengatakan kalau virus itu tak perlu ditakuti oleh para jamaah. Sebab, dia mengklaim telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
DPR Minta Menag Fachrul Razi Antisipasi Penyebaran Virus Corona Bagi Jemaah Haji
Menag Fachrul Razi Raker dengan Komisi VIII. ©2019 Merdeka.com/Delvira Hutabarat

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi rapat bersama Komisi VIII di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VIII Yandri Susanto itu membahas tentang Kebijakan Reformasi Birokrasi Kemenag, Aspek Anggaran Legislasi, Permasalahan dan Solusinya.

Dalam rapat itu, Yandri menanyakan perihal bahaya virus corona bagi para jemaah haji Indonesia. Menurutnya, langkah apa yang diambil Fachrul Razi dalam menghadapi hal ini.

"Adanya langkah-langkah strategis untuk virus corona ini, pak? Bagaimana kita semua meyakinkan kepada jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci benar-benar nyaman, tidak waswas dan kegelisahan yang luar biasa," ujar Yandri, Rabu (26/2).

Menanggapi hal itu, Fachrul Razi dengan tegas mengatakan kalau virus itu tak perlu ditakuti oleh para jamaah. Sebab, dia mengklaim telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Tentang masalah virus corona ini memang beberapa kali saya sudah diskusi dengan menteri kesehatan. Sejauh ini menurut beliau tidak ada tanda-tanda ada wabah itu di Saudi," kata Fachrul.

Menurutnya, Arab Saudi pasti telah mengantisipasi akan hal ini. Sehingga, dia kembali menegaskan, agar para jemaah tak perlu khawatir.

"Dan sepertinya Saudi menjaga betul tentang itu. Karena menjaga itu bukan hanya aspek ibadah saja tapi juga aspek kepentingan ekonomi Saudi juga dia sangat berkepentingan," ujarnya.

"Oleh sebab itu dia betul-betul menjaganya. Dan harapan kita mencoba untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang ada. Tapi memang kalau kita bicara ke publik kita katakan insyaAllah tidak ada tentang masalah corona di Saudi Arabia," pungkasnya.

Rekomendasi