Doa orangtua untuk dokter Wita dan keluarga, korban Lion Air jatuh di Karawang

Pencarian bangkai 'burung besi' ini memasuki hari ketiga sejak dilaporkan hilang usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pagi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Doa orangtua untuk dokter Wita dan keluarga, korban Lion Air jatuh di Karawang
Pencarian Lion Air JT 610. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Pencarian bangkai 'burung besi' ini memasuki hari ketiga sejak dilaporkan hilang usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pagi.

Sejumlah kerabat korban berharap keluarganya masih ditemukan utuh kendati dalam keadaan wafat. Salah satunya diungkapkan, Kamaluddin, warga Kelurahan Parit Padang Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kamaluddin berharap jasad anaknya dokter Wita bersama suami dan anaknya segera ditemukan. Dia menambahkan, sampai di hari ketiga pencarian korban seluruh keluarga hanya bisa berharap dan berdoa jasad anaknya segera ditemukan.

"Saya berharap dan selalu berdoa agar jasad anak saya Wita bersama suaminya Gilang dan anaknya bernama Kiara usia satu tahun tiga bulan yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 dapat segera ditemukan," kata Kamaluddin, di Sungailiat, Rabu (31/10). Seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, anaknya itu berprofesi sebagai dokter dan suaminya pegawai PLN. Satu keluarga itu sebelumnya hendak pulang kampung menaiki Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang.

"Wita berprofesi sebagai dokter di Puskesmas sedangkan suaminya bekerja di PLN Bengkulu, seperti biasanya mereka sering ketemu di Jakarta pada saat hari libur," ujar dia.

Menurut dia, keluarga mendapat informasi kecelakaan pesawat itu dari salah satu siaran televisi nasional. "Dari informasi tersebut kami langsung mengutus salah satu anggota keluarga untuk memastikan kejadian tersebut di Bandara Depati Amir Pangkalpinang," tukas dia.

Seluruh keluarga, sebutnya, terus memantau perkembangan kabar hasil evakuasi oleh tim Basarnas, TNI dan Polri serta tim relawan semoga segera menemukan jasad anak dan cucunya. "Kami mengucapkan terima kasih atas doanya dari semua teman-teman kerja anak saya serta seluruh tetangga," kata dia.

Rekomendasi