Disnaker Riau Bantah Dapat Laporan dari Perusahaan Soal Ledakan Sumur Minyak

Ledakan sumur minyak terjadi di kawasan PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Dayun Kabupaten Siak, Riau. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau membantah pernyataan perusahaan terkait pelaporan kejadian.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Disnaker Riau Bantah Dapat Laporan dari Perusahaan Soal Ledakan Sumur Minyak
Sumur Minyak di Siak Meledak, 1 Pekerja PT BSP Tewas dan 4 Lainnya Alami Luka Bakar. ©2023 Merdeka.com/istimewa

Ledakan sumur minyak terjadi di kawasan PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Dayun Kabupaten Siak, Riau. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau membantah pernyataan perusahaan terkait pelaporan kejadian.

Kepala Disnakertrans Riau Imron Rosyadi menyesalkan PT BSP yang tidak melapor kejadian maut itu. Padahal ledakan itu memakan korban jiwa satu orang bernama Anton (36), dan luka bakar tiga orang. Mereka merupakan pekerja sumur minyak PT BSP.

"Jadi kami tidak ada dilaporkan terkait ledakan sumur minyak yang memakan korban jiwa itu. Pihak manajemen BSP belum ada melapor. Justru kami tahu dari salah satu rekan pekerja yang jadi korban," ujar Imron, Selasa (31/1).

Imron menilai PT BSP terkesan menutup-nutupi insiden ledakan di sumur minyak itu. Tak hanya Disnaker, kepolisian juga mengaku tidak mendapat laporan dari PT BSP.

"Laporan secara resmi belum ada, ya karena PT BSP belum melapor. Mereka terkesan menyembunyikan kejadian," kata Imron.

Baik Disnaker maupun polisi, sama-sama tisak menerima laporan terkait kecelakaan kerja di PT BSP. Meski demikian, Imron tetap mendapat informasi dari salah seorang pegawai BSP, meski tidak secara resmi.

"Saya dapat laporan dari orang internal BSP minggu lalu. Iya (bukan laporan resmi dari manajamen PT BSP), soalnya saya belum lihat laporannya," ucapnya.

Usai mendapat laporan dari orang internal, Imron langsung meminta tim untuk turun ke lokasi. Termasuk memeriksa pekerja yang menjadi korban ledakan pipa sumur minyak tua.

"Sudah, tim sudah ke lapangan. Pekerja yang luka bakar itu sudah meninggal dunia Sabtu kemarin," terang Imron.

Dari hasil pemeriksaan Disnakertrans, tercatat total ada empat korban dalam kecelakaan kerja di PT BSP itu. Satu korban meninggal bernama Anton dan tiga korban lain adalah Dedi Darsono, M Lamin dan Jerry.

Kapolres Siak AKBP Ronal Sumaja mengatakan, pipa sumur minyak itu meledak tepatnya di Bekasap 02 Dayun Kabupaten Siak, Riau. Peristiwa itu terjadi saat pekerja dari PT BSP akan mengambil gate valve dari pipa minyak yang sumurnya sudah mati.

Gate valve itu, rencananya akan digunakan di sumur-sumur yang masih aktif. Pekerja pun lalu memotong baut yang ada di pipa dan sudah berkarat.

"Awalnya petugas memotong baut yang sudah berkarat pakai alat pemotong berupa las pemotong. Tetapi pemotongan itu mengakibatkan ledakan," kata Ronald.

Ronald menjelaskan, ledakan itu terjadi diduga karena masih adanya sisa gas di tabung pipa minyak. Naas, seorang pekerja PT Bumi Siak Pusako bernama, Anton (36) tewas akibat ledakan itu.

Kasat Reskrim Polres Siak Iptu Tony Prawira menyebutkan, selain 1 pekerja tewas, dia mendapat informasi adanya 4 pekerja lain yang mengalami luka bakar.

"Pihak PT BSP kurang kooperatif. Kami hanya tahu nama korban meninggal dunia Anton. Informasinya 4 pekerja lainnya mengalami luka bakar tapi pihak PT BSP tidak menginformasikan ke kita, dimana para korban dirawat," kata Tony saat dihubungi merdeka.com.

Tony akan memanggil pimpinan perusahaan milik Pemkab Siak dan Pemprov Riau itu untuk diperiksa terkait dugaan kelalaian yang mengakibatkan pekerja meninggal dunia. Bahkan, Tony menyebut managemen PT BSP tidak koperatif dan terkesan menutupi kejadian itu.

"Iya kita akan panggil pihak PT BSP terkait dugaan kelalaian atau adanya unsur pidana lain. PT BSP tidak menginformasikan ke kita sepenuhnya terkait ada korban jiwa dan luka-luka dalam insiden itu," kata Tony.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT BSP Riki Hariansyah mengatakan peristiwa tewasnya pekerja merupakan kecelakaan kerja. Pihaknya memang tidak melapor ke polisi, melainkan ke SKK Migas, Disnaker dam pengawas KKKS.

"Kejadian itu hanya laka kerja, kita lapornya ke pengawas naker (tenaga kerja) dan pengawas KKKS saja. Saat itu atas laporan kita, tim investigasi dari Kementerian sudah turun sejak kemarin," dalihnya.

Rekomendasi