Dipolisikan kader PKS, Fahri Hamzah minta Sohibul Iman tak bermanuver

Dipolisikan kader PKS, Fahri Hamzah minta Sohibul Iman tak bermanuver. Fahri dituduh telah menyebarkan informasi menyesatkan melalui media elektronik, online, dan media sosial tentang PKS yang mengatakan anggota PKS dihalalkan melakukan tindak kejahatan asalkan tetap taat pada pimpinan partai.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Dipolisikan kader PKS, Fahri Hamzah minta Sohibul Iman tak bermanuver
Fahri Hamzah di Polda Metro Jaya. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, pelaporan kader PKS NTB terhadap dirinya merupakan manuver dari Presiden PKS Sohibul Iman. Menurut Fahri, kasus itu tidak ada.

"Kasusnya nggak ada, saya sudah dikasih tahu teman-teman, itu tadi saya bilang, saya mohon pak MSI nggak usah melakukan manuver sebab kasihan kader," kata Fahri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/3).

Fahri mengatakan, perseteruannya dengan Sohibul tak ada kaitan dengan partai. Karena itu dia menyayangkan jika kader PKS NTB diseret untuk melaporkan dirinya ke polisi.

"Ini soal MSI (Muhammad Sohibul Iman) bukan PKS. PKS kan nggak ada salahnya. Salah nya kan pimpinan. Nggak usah bawa-bawa kader. Kader biarkan menyiapkan pemilu," tegasnya.

Meskipun demikian, Fahri mengaku akan tetap memperjuangkan PKS di Pemilu 2019. Bahkan, dirinya berharap agar PKS menang dalam segala pilkada.

"Saya nggak nyaleg, saya nggak akan baik DPD atau DPR, saya ingin fokus mudah-mudahan PKS bisa menang, capresnya bagus, kalau ada dari PKS juga bagus, kan punya sembilan calon, kita perjuangkan untuk kebaikan partai. Teman-teman kader harus tahu bahwa saya masih memperjuangkan PKS. Saya akan menjadi tim dengan cara saya," pungkasnya.

Seperti diberitakan, PKS NTB dan melaporkan Fahri ke Polda NTB, Rabu (14/3). Fahri diduga mencemarkan nama baik PKS.

Fahri dituduh telah menyebarkan informasi menyesatkan melalui media elektronik, online, dan media sosial tentang PKS yang mengatakan anggota PKS dihalalkan melakukan tindak kejahatan asalkan tetap taat pada pimpinan partai.

Rekomendasi