Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dinkes Yogya lepas nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia atasi DBD

Dinkes Yogya lepas nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia atasi DBD Dinkes Yogya lepas Nyamuk Aedes Aegypti. ©2016 Merdeka.com/hartanto rimba

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama Yayasan Tahija dan Fakultas Kedokteran UGM melepas ratusan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia berbentuk telur untuk atasi wabah DBD. Pelepasan telur calon bakal nyamuk yang sudah diinjeksi kandungan Wolbachia tersebut dilakukan di Kecamatan Tegalrejo.

Perwakilan Fakultas kedokteran UGM, Adi Utarini, menjelaskan nyamuk Aedes Aegypti yang dilepaskan di Kecamatan Telogorejo merupakan nyamuk yang telah diinjeksi bakteri Wolbachia. Wolbachia merupakan bakteri alami yang berfungsi mencegah virus dengue.

"Ratusan nyamuk sudah kita lepas di rumah-rumah sebagai upaya mencegah dan menanggulangi demam berdarah," ujar Adi Utarini, Rabu (31/8).

Ia menjelaskan, sistem injeksi nyamuk tersebut telah teruji aman dan murah secara biaya. Nyamuk-nyamuk yang tersebar itu nantinya diharapkan kawin dengan nyamuk yang ada di masyarakat sehingga menghasilkan keturunan nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia.

Dalam rencananya, akan ada 6.000 nyamuk yang akan disebarkan di 14 kecamatan dan 45 kelurahan di Kota Yogya. "Kita sudah secara bertahap menaruh telur nyamuk di beberapa rumah. Rencana akan ada 6.000 ember. Setiap minggu kita akan mengganti telur tersebut selama 8 minggu," ujarnya.

dinkes yogya lepas nyamuk aedes aegypti

Sementara itu menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Vita Yulia menilai pelepasan nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia di Kecamatan Telogorejo tersebut sudah tepat. Sebab berdasarkan data yang dihimpun Dinkes kota Yogyakarta, jumlah warga kecamatan Telogorejo yang pengidap DBD pada tahun 2016 menunjukan angka yang tinggi.

"Data menunjukkan penderita DBD 2016 sampai Agustus ini terbanyak di Tegalrejo, Kricak, Baciro, Kota Baru, Nonoprajan, dan Rejowinangun," ujar Vita Yulia.

Vita Yulia menambahkan bahwa pelepasan nyamuk ini nantinya dapat mengurangi jumlah penderita DBD di kota Yogyakarta yang sejauh 2016 ini tercatat sebanyak 1102 penderita.

"Dari 1102 penderita DBD, 7 di antaranya mengalami kematian," imbuh Vita Yulia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP