Dievakuasi tim SAR, jenazah pendaki Gunung Rinjani dibawa ke Sembalun
Merdeka.com - Muhammad Ainul Taksim menjadi satu diantara belasan korban jiwa usai gempa berkekuatan 6,4 SR mengguncang Lombok dan sekitarnya. Pemuda 25 tahun tersebut tengah mendaki Gunung Rinjani bersama teman-temannya saat gempa.
Mahasiswa asal Makassar itu tewas akibat panik ketika gempa mengguncang Gunung Rinjani Minggu (29/7) lalu sekitar Pukul 07.00 Wita. Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap pendaki yang selamat maupun tewas. Salah satunya mendiang Ainul.
Proses pengangkatan jenazah dari lereng gunung yang menghubungkan Pelawangan dengan Danau Segara Anak itu, berlangsung sejak Pukul 06.00 Wita. Butuh waktu lebih dari satu jam buat tim SAR menjangkau jenazah.
Secara perlahan, tim membawa jenazah dengan tandu, diangkat melalui jalur terjal dengan kemiringan sekitar 30 derajat.
Pendaki meninggal ini diketahui berada di kilometer 10 jembatan ke dua Pelawangan menuju Danau Segara Anak.

"Saat ini jenazah sudah berhasil dibawa tim SAR gabungan menuju Pelawangan, untuk dibawa turun ke Sembalun," kata Humas Kantor SAR Mataram, Lanang Wiswandhana pagi tadi.
Kronologis kejadian, korban meninggal akibat panik ketika gempa terjadi. Saat melalui jalur menurun menuju ke arah Danau, gempa terjadi dan korban bersama rombongan berlarian akibat panik.
"Ketika gempa sudah mereda, teman teman korban melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat perdarahan di kepala," kata Lanang.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya