Delay berujung cegat pesawat, DPR desak Kemenhub cabut izin Lion Air

Alasan DPR, Lion Air punya rekam jejak panjang soal kasus delay.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Delay berujung cegat pesawat, DPR desak Kemenhub cabut izin Lion Air
Pesawat Lion Air. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Anggota Komisi V DPR Nizar Zahro mendesak Kementerian Perhubungan membekukan izin operasional maskapai Lion Air lantaran maskapai tersebut berulang kali mengalami delay parah. Kejadian terbaru pada akhir pekan lalu di mana Lion Air kembali delay hingga enam jam.

Kondisi ini menyulut emosi penumpang hingga mereka nekat mencegat pesawat Lion yang hendak lepas landas. "Kemenhub harus tegas bahkan bisa cabut izinnya," kata Nizar saat dihubungi di Jakarta, Senin (23/11).

Dia menilai delay atau keterlambatan penerbangan yang terjadi pada Lion Air bukan kebetulan. Menurutnya, maskapai milik Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rusdi Kirana itu punya rekam jejak panjang soal kasus delay. Belum lagi ada co-pilot Lion Air sempat membuat kehebohan di mana salah satu pilotnya menawarkan Pramugari janda sebagai kompensasi bagi penumpang yang terkena delay.

"Ini catatan buruk bagi penerbangan Indonesia. Termasuk tindakan senonoh itu, regulator harus cabut izinnya," tegasnya.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air 898 rute Jakarta-Makassar di Bandara Soekarno-Hatta kemarin mengalami delay berjam-jam. Hal itu mengakibatkan para penumpang emosi dan mencegat pesawat Lion lain dengan rute yang sama yang hendak lepas landas.

"Betul, ada delay yang lama. Cukup panjang dari seharusnya take off pukul 05.00 WIB, tetapi baru pukul 11.00 WIB. Itu yang menyebabkan penumpang emosi," kata Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuardi ketika dihubungi, Minggu (22/11).

Hasil penyelidikan awal, delay itu disebabkan pihak Lion Air meminta ganti pesawat dari 737-190 kepada airbus A330-350. Selain itu, kata Hadi, pesawat airbus yang diminta ganti pun merupakan pesawat baru yang belum pernah dioperasikan.

Hadi menduga manajemen Lion Air tidak ada koordinasi dengan bagian penjualan tiket yang akhirnya penjualan tiket melebihi dari kapasitas seat.

Pihaknya mengaku sudah mengirim surat peringatan pertama kepada Lion Air. Dia juga berjanji akan segera memanggil pihak Lion Air.

Sebelumnya pula, pilot maskapai Lion Air dilaporkan menawarkan pramugari berstatus janda kepada para penumpang di dalam pesawat. Terdengar juga suara desahan selama penerbangan pesawat bernomor JT 990 rute Surabaya Denpasar itu.

Laporan itu disampaikan Lambertus Maengkom melalui pengaduan di bandara.web.id, pukul 10.46 WIB pada 15 November 2015. Kejadian itu diakui terjadi sehari sebelum dirinya membuat laporan ke Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan itu.

Dalam laporannya, Lambertus menceritakan, pilot Lion Air itu menawarkan pramugari janda kepada penumpang sebagai kompensasi delay. Sontak, tawaran itu membuat para terkejut. Sebab, tawaran itu disampaikannya melalui pengeras suara (speaker) pesawat.

Rekomendasi