Banyaknya pasien yang mengidap demam berdarah dengue (DBD) dua bulan terakhir, membuat warga Palembang ramai-ramai membeli ikan tempalo. Ikan ini sangat efektif digunakan karena sebagai pemakan jentik nyamuk.Sapto (35), salah seorang penjual ikan di Pasar Burung Palembang mengaku penjualan ikan tempalo akhir-akhir ini laris manis dibanding hari-hari sebelumnya. Dalam sehari sedikitnya 80 ekor ikan tempalo laku terjual."Sekarang banyak beli, mungkin karena mulai musim DBD. Biasanya cuma laku 30 ekor saja," ungkap Sapto kepada merdeka.com, Jumat (29/1).Meski banyak permintaan, tidak membuat harga ikan yang biasa diadu tersebut tidak mengalami kenaikan. Per ekor dijual Rp 3.000 sampai Rp 9.000, tergantung jenis dan bentuk ikan tempalo."Kalau sekalian buat ikan hias lebih mahal, kalo cuma buat masukin ke bak mandi cukup yang biasa," kata dia.Dijelaskannya, ikan tempalo tidak sulit dipelihara dan tidak mudah mati. "Airnya juga tidak bikin bau. Cocok dimasukin ke bak mandi atau tempat penampungan air," pungkasnya.Diketahui, penderita DBD di Sumsel bulan Januari 2016 sebanyak 452 pasien, sembilan di antaranya meninggal dunia. Ke sembilan korban tersebut berasal dari Kota Lubuk Linggau tiga orang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (2), Palembang, Lahat, Banyuasin, dan Pagaralam yang masing-masing satu korban.Sementara penderita DBD yang sedang dirawat di rumah sakit berasal yakni di OKI sebanyak 103 orang, Lubuk Linggau (103), Musi Banyuasin (100), Palembang (91), Banyuasin (28), Pagaralam (14), dan Lahat (13).
DBD mewabah di Palembang, ikan tempalo dagangan Sapto laris manis
Penderita DBD di Sumsel bulan Januari 2016 sebanyak 452 pasien, sembilan di antaranya meninggal dunia.
Advertisement
Rekomendasi