Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dapat akses pengelolaan 100 H lahan, warga desa Mekarwaru terimakasih ke Jokowi

Dapat akses pengelolaan 100 H lahan, warga desa Mekarwaru terimakasih ke Jokowi Anggota Tani Wana Baru Mandiri dan masyarakat Desa Mekarwaru. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Tani Wana Baru Mandiri dan masyarakat Desa Mekarwaru, Gantar, Indramayu, Jawa Barat, bersyukur atas terbitnya SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) Program Perhutanan Sosial di Desa Mekarwaru yang terkenal dengan buah mangganya itu. Mereka menggelar acara syukuran di halaman kantor desa.

Kepala Desa Mekarwaru, Ading menyatakan terimakasihnya kepada pemerintah pusat atas program perhutanan sosial tersebut.

"Baru di era pemerintahan Presiden Joko Widodo lah masyarakat Desa Mekarwaru memperoleh akses lahan Perhutani seluas 100 hektare untuk dikelola dan dikembangkan menjadi agroindustri agar terwujud kesejahteraan ekonomi masyarakat desa," katanya, Jumat (6/7).

Menurutnya, di lahan seluas 100 hektare itu rencananya akan ditanam tanaman hutan seperti sengon seluas 50 ha, buah mangga 30 ha, sisanya 20 ha akan dipakai untuk tanaman jahe, kunyit, budidaya perikanan air tawar, ternak dan ekowisata.

Sementara itu, Ketua Pojok Desa, sebuah organisasi pendamping petani, Syaiful Bahari mengatakan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK membangun Indonesia dari pinggiran/desa merupakan pilihan yang tepat dalam meningkatkan ekonomi petani menuju kemandirian masyarakat desa. Menurutnya, saat ini terdapat kurang lebih 500.000 hektare lahan Perhutani di pulau Jawa yang telah ditetapkan sebagai obyek perhutanan sosial.

Dari luasan tersebut, tahun 2018 akan diserahkan ke kelompok tani seluas 120.000 hektare, dimana Provinsi Jawa Barat merupakan lokasi terbesar dengan alokasi seluas 70.000 hektare.

"Jawa Barat, menjadi wilayah yang strategis untuk didampingi melihat dari cakupan alokasi luas lahan yang akan dilepas untuk program perhutanan sosial," katanya.

Aktivis Pojok Desa lainnya, Chairudin Ambong menambahkan, cakupan luas lahan yang yang akan dikelola oleh petani bisa lebih luas lagi mengingat luas lahan perhutanan sosial tidak termasuk lahan yang menjadi obyek kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

"Saya sudah puluhan tahun mendampingi petani, baru kali ini paska reformasi ada Presiden yang kongkret merealisasikan program yang berpihak pada petani. Saya optimis mayoritas petani pasti akan memilih Jokowi kembali sebagai Presiden karena keberpihakannya kepada kaum petani Indonesia," katanya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP