Pura-pura ikut salat, duda pengangguran malah curi Alquran

Pelaku sudah 3 bulan beraksi di puluhan masjid.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Pura-pura ikut salat, duda pengangguran malah curi Alquran
penjual kitab suci ilegal. ©2016 Merdeka.com

Rizal (37), seorang duda pengangguran nekat menghidupi satu orang anaknya dengan mencuri kitab Alquran untuk kemudian ia jual kembali. Himpitan ekonomi lah yang memaksanya berbuat demikian.

Kapolsek Pademangan Kompol Andi Baso menjelaskan pelaku termasuk spesialis pencurian Alquran. Diduga, pelaku mempunyai jaringan tersendiri dalam melancarkan aksinya.

Sepak terjang Rizal pun berakhir usai dipergoki warga saat tengah beraksi di Masjid Jami Attahiyah yang berada di Jl. Pademangan I RT02/01 Pademangan Barat, Jakarta Utara.

"Kronologinya tersangka ikut salat berjamaah di suatu masjid, setelah masjid sepi ia melancarkan aksinya dengan memasukkan Al-Quran tersebut ke dalam tas punggung yang sudah ia bawa sebelumnya. Tapi aksinya kepergok sama guru ngaji, akhirnya ia di giring ke kantor polisi," jelas Andi kepada wartawan di Mapolsek Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (29/1).

Ia menuturkan bahwa tersangka menjual Al-Quran tersebut di pasar loak daerah Kwitang, Jakarta Pusat. Satu kitab suci ia brandol dengan harga Rp 15.000. Dari hasil penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan puluhan Al-Quran yang ada di rumahnya dan siap di jual ke pasar loak. Akibat perbuatannya ia terjerat pasal 362 KUHP Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana di atas 5 tahun penjara.

Sementara itu, kepada awak media Rizal mengaku terpaksa beraksi lantaran himpitan ekonomi. Sebelumnya ia merupakan pedagang loak di daerah Senen. Namun, ia telah diusir pihak aparat keamanan untuk tidak berjualan sebagai PKL di sekitar daerah tersebut.

"Sudah 3 bulan nyurinya untuk makan, karena yang gampang nyuri itu di masjid, pernah jualan jadi tukang loak tapi diusir sama satpol PP, jualnya di Senen. Udah nyuri di puluhan mesjid," tandasnya.

Rekomendasi