Curhat ke Jokowi, Oesman Sapta sebut Kementan tak berpihak ke petani

"Kalau datang ke HKTI (Mentan Amran) enggak sanggup bagaimana ngurus pertanian."

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Curhat ke Jokowi, Oesman Sapta sebut Kementan tak berpihak ke petani
Oesman Sapta terpilih sebagai pimpinan MPR. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang kecewa lantaran Menteri Pertanian Amran Sulaiman tidak hadir dalam Munas HKTI. Sebab, posisi petani di Indonesia peranannya sangat penting."Departemen pertanian selama ini belum sepenuhnya berpihak pada petani. Hanya berpihak pada importir saja. Saya memerintahkan agar petani tidak boleh mengandalkan lembaga seperti Bulog, tapi juga perlu dilakukan di masing-masing daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, kita belajar dari masa lalu ketika desa menjaga stok pangan dengan lumbung desa," kata Oesman Sapta dalam Munas HKTI yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (31/7).Dia mengaku tak mendorong soal reshuffle menteri atas pernyataannya itu. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi karena hal itu merupakan hak prerogatif presiden."Kalau datang ke HKTI (Mentan Amran) enggak sanggup bagaimana ngurus pertanian," tegasnya.Lanjut dia, selama HKTI berdiri 25 tahun, baru kali ini presiden datang‎ dalam munas HKTI. Oleh karena itu, pihaknya menyatakan HKTI siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memberantas kemungkinan adanya mafia pangan yang merugikan kepentingan nasional."Kenapa? Karena pupuk-pupuk itu dijual dengan paket, empat macam paket. Gila itu departemen. Empat paket itu oleh petani hanya paket 2, jadi yang dua itu petani itu bayar untuk mafia-mafia pupuk," jelas Oesman."HKTI siap mengembangkan ekspor pengembangan petani dalam negeri. HKTI siap kerja sama apa pun asal bertujuan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Republik Indonesia bisa makmur bila petani makmur," pungkasnya.

Rekomendasi