Curah hujan di Sulsel meningkat, petani diminta waspadai ancaman gagal panen
Merdeka.com - Intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan mulai meningkat sejak akhir Oktober lalu. Diperkirakan curah hujan akan terus meningkat sampai Juni 2018.
Menghadapi perubahan cuaca, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) wilayah VI Makassar, Fachri Radjab, meminta masyarakat waspada. Khususnya yang memiliki usaha di bidang pertanian dan perkebunan karena ancaman gagal panen.
"Di sektor pertanian dan perkebunan, kondisi cuaca iklim saat hujan nanti terjadi peningkatan intensitas curah hujan, angin kencang. Dampak yang bisa terjadi antara lain adalah meningkatnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada padi, palawija dan holtikultura, terjadi genangan atau banjir pada lahan pertanian. Kemudian rusaknya komoditi tanaman tertentu akibat angin kencang terutama tanaman-tanaman yang bukan tanaman keras. Ini akan mengakibatkan berpotensinya gagal panen yang dapat menyebabkan menurunkan produksi pertanian," kata Fachri kepada wartawan Rabu (8/11).
Meskipun ada sebagian tanaman yang butuh banyak air, namun diharapkan tidak sampai banjir.
"Yang bisa dilakukan adalah antisipasi mengatur sistem drainase lahan supaya tidak kebanjiran saat hujan deras dan melakukan penyesuaian jadwal atau kalender tanam karena tiap tanaman punya visibility sendiri terhadap curah hujan," ujarnya.
Fachri menambahkan, Sulawesi Selatan memiliki pola atau karakter musim yang sangat unik. Tapi di lain sisi, potensi bencananya juga besar.
Misalnya, wilayah Sulsel di sisi barat mulai dari Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru terus sampai ke Kabupaten Sidrap, Toraja musim hujannya datang lebih awal yakni didasarian III Oktober atau akhir Oktober 2017 hingga dasarian ke III Nopember. Sementara sisi timur Sulsel mulai di sebagian Kabupaten Maros, Bone, Wajo dan Soppeng hingga ke Kabupaten Bone baru masuk hujan didasarian ke tiga April 2018.
"Antisipasi yang bisa dilakukan mulai dari melakukan penataan dan pemeriksaan saluran irigasi juga kesiapsiagaan penanganan bencana. Pemangkasan pohon rindang juga bisa dilakukan untuk menghindari pohon tumbang kalau ada angin kencang yang bisa mengancam keselamatan manusia. Dan bayangkan, satu pohon tumbang satu, akan mengakibatkan macet luar biasa," katanya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya