Cuaca Tidak Mendukung, Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Dihentikan

Tim SAR Gabungan menghentikan proses operasi evakuasi korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Pulau Laki dan Lancang hari, Minggu (17/1) pukul 15.30 WIB. Hal itu dilakukan setelah melihat kondisi air di dasar laut yang tidak memungkinkan melakukan penyelaman.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Cuaca Tidak Mendukung, Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Dihentikan
Cuaca Tidak Mendukung, Pencarian Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Dihentikan

Tim SAR Gabungan menghentikan proses operasi evakuasi korban dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Pulau Laki dan Lancang hari, Minggu (17/1) pukul 15.30 WIB. Hal itu dilakukan setelah melihat kondisi air di dasar laut yang tidak memungkinkan melakukan penyelaman.

Asops Pangkoarmada I Kolonel Laut (P) I Gung Alit Jaya mengatakan, proses pencarian hari ini telah dilakukan sejak pukul 06.00 WIB, dengan mengerahkan lima kapal KRI yang dipandu KRI Rigel, bersama tim penyelam.

"Sejak pukul 06.00 WIB tim telah turun melaksanakan penyelaman hingga pukul 15.30, mengingat kondisi cuaca di lokasi dan juga visibility di bawah air yang tidak mendukung, tidak memungkinkan pencarian," ujar Asops Pangkoarmada I Kolonel Laut (P) I Gung Alit Jaya, di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dari hasil operasi hari ini, lanjut Alit, Tim SAR Gabungan telah berhasil mendapatkan sejumlah serpihan maupun body part. Di antaranya yang dibawa KRI Kurau tiga kantong serpihan badan pesawat dan satu kantong body part. Lalu ada juga yang ditemukan Kapal Riset Baruna Jaya tiga kantong besar yang ikut dibawa KRI Kurau.

"Kemudian pencarian rencana akan dilanjutkan besok pagi berdasarkan perhitungan yang dilaksanakan tim survey dadi KRI Rigel dan juga tim ahli dari KN Baruna Jaya serta dari KNTK yang di Rigel," jelasnya.

"Rencana besok akan dilanjutkan pencarian mulai pukul 06.00 WIB difokuskan mencari korban. Namun tanpa mengesampingkan temuan-temuan lainnya yang masih memungkinkan bisa dikumpulkan di dasar laut," jelasnya.

Sementara, Alit mengatakan terkait dari hasil operasi pencarian hari ini Tim SAR Gabungan telah secara langsung menyerahkan temuan tersebut kepada pihak Basarnas.

Rekomendasi