Cerita Novel Baswedan 10 bulan di Singapura demi obati mata

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah hampir 10 bulan berada di Singapura menjalani perawatan medis pasca insiden penyiraman air keras terhadapnya April 2017 lalu. Menetap di negara tetangga hampir 1 tahun tak membuat Novel betah.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Cerita Novel Baswedan 10 bulan di Singapura demi obati mata
Anies Baswedan dan Novel Baswedan. ©Istimewa

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah hampir 10 bulan berada di Singapura menjalani perawatan medis pasca insiden penyiraman air keras terhadapnya April 2017 lalu. Menetap di negara tetangga hampir 1 tahun tak membuat Novel betah.

Kasatgas kasus korupsi proyek e-KTP itu menjelaskan faktor utama dirinya tak kembali ke tanah air karena alasan kesehatan. Ditemui di kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Novel mengatakan tekanan matanya cukup tinggi sehingga berisiko melakukan perjalanan, termasuk penerbangan ke Indonesia.

"Alhamdulillah sudah dipasang glukomatiup dan sudah agak stabil sehingga bisa ikut dalam penerbangan, karena mata kiri saya. Sebelumnya tegangan mata tinggi terus dan itu membuat kerusakan sel-sel padahal itu yang sedang ditumbuhkan," ujar Novel, Selasa (27/2).

Novel pun enggan mengomentari gunjingan segelintir pihak yang menyinggung Novel tak kunjung kembali ke Indonesia.

Saat ini dirinya tengah fokus menjalani pengobatan terhadap mata kirinya. Terlebih lagi, imbuhnya, tindakan terhadap mata kiri Novel akan kembali dilakukan tim dokter di Singapura. Rencananya, tindakan bedah akan dilakukan akhir Maret.

"Insya Allah akhir Maret operasi tahap 2 diharapkan mata kiri saya bisa melihat," ujarnya.

Diketahui, penyidik Novel Baswedan mengalami rangkaian operasi pada bola mata kirinya akibat tersiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalani salat Subuh di Masjid dekat kediamannya, April 2017. Mantan Kasatgas kasus korupsi simulator SIM itu kemudian menjalani perawatan medis pada sebuah Rumah Sakit di Singapura selama hampir 10 bulan.

Selama itu pula, beberapa orang diperiksa untuk dimintai keterangannya oleh penyidik Polda Metro Jaya. Terbaru, penyidik mempublikasi sketsa wajah tiga orang terduga terlibat dalam peristiwa nahas tersebut. Namun, belum ada tindak lanjut dari publikasi sketsa tersebut.

Novel mengatakan, dirinya tidak memungkinkan jika dikonfirmasi mengenai sketsa wajah yang telah dipublikasi polisi.

"Saya tidak melihat secara langsung begitu juga dengan pelaku saksi-saksi lain banyak lihat. Kendala saya melihat dan saya tidak ingin masuk ke hal seperti itu," ujarnya.

Rekomendasi