Cerita ayah malu punya anak gangguan mental hingga membunuhnya
Merdeka.com - Kasih ibu atau bapak sepanjang masa, kasih anak sepanjang jalan. Pepatah itu sering diungkapkan untuk menggambarkan betapa sayang dan cintanya orangtua terhadap anaknya.
Tapi ternyata, pepatah itu tidak berlaku bagi seorang ayah bernama Masriya bin Darfi (50). Dia tega menghabisi nyawa buah hatinya Ferdi Haryadi (21) karena malu buah hatinya mengalami keterbelakangan mental. Ferdi juga dianggap sering mencoreng nama keluarga akibat kekurangannya itu.
"Saya kesal, karena saya sering dapat laporan dari warga kalau dia melempari kaca sekolah, terus motor dan mobil orang-orang. Karena memang, anak saya ini autis sejak kecil," kata Masriya di hadapan penyidik Satreskrim Polres Cilegon, Rabu (7/10).
Ferdi dihabisi dengan sadis pada Rabu (30/9), sekitar pukul 23.30 WIB. Namun sebelum dibunuh, Masriya menyiapkan karung berisikan 3 buah batu paving blok, dan memakaikan seragam sekolah SMAN 3 Kota Cilegon kepada anaknya tersebut.
Pelaku pun pergi ke sebuah sungai di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Sampai di lokasi, tubuh Ferdi diikat dengan sebuah tali yang telah diberi pemberat tiga buah paving blok dalam karung. Lalu korban diceburkan ke sungai dalam keadaan masih bernyawa oleh pelaku.
"Sebelumnya dari rumah, dia (korban) saya naikin ke motor, saya ajak berkeliling, sampai akhirnya saya ceburkan ke sungai di jembatan Teneng," ungkap Masriya di hadapan penyidik Satreskrim Polres Cilegon. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya