Mohammad Idris, Calon Walikota Depok nomor urut 2, Mohammad Idris sempat dinyatakan positif terpapar virus covid-19. Selama isolasi, Idris memanfaatkan untuk merenung atas dosa yang telah dilakukannya.
"Ini ada dosa apa pada diri saya. Saya berpikir dosa saya barangkali kepada istri, kepada anak dan sebagainya. Saya hitung-hitung kayaknya kalaupun berdosa sama istri, salah ya sama ibu, sama anak, tidak sebesar dosa sampai Allah menegur dengan sebuah kasus yang luar biasa. Karena bukan saya saja yang syok ketika saya dinyatakan positif, ketika saya positif Covid-19. Banyak sekali teman-temannya merasa syok," terang Idris di Rumah Pemenangan, Rabu (9/12/2020).
Terbesitlah, satu kesalahan yang menurutnya paling besar.
"Apa itu? Subhanallah. Saya dibisikkan di rumah sakit itu, kamu sering bersedekah, maksudnya Idris, kamu sering bersedekah, kamu sering bernazar dan nazar itu dilaksanakan. Tapi nazar sedekah kamu itu belum pernah engkau laksanakan, engkau niatkan untuk ibu dan bapak kamu," ucap Idris.
Ternyata orangtua sangat mengharapkan doa dan perhatian. Idris pun langsung bersedekah dengan niat untuk kedua orangtua.
"Berapa pun yang kita sudah sedekahkan, cuma kita ubah, niat kita alihkan. Tadinya niat kita sedekahkan untuk kemenangan kita, kita niatkan untuk bapak ibu kita, luar biasa," ucap dia
Setelah 10 menit renungan itu, handphone berdering. Muncul di pesan WhatsApp di layar handphone. Pengirim dari sebuah yayasan yang sedang membutuhkan biaya untuk kegiatan dzikir dan maulid. Tanpa pikir panjang, Idris mengirimkan uang Rp 5 juta. Keajaiban pun datang. Idris dinyatakan negatif dari Covid-19 setelah itu.
"Saya transfer setelah itu ya sudah, Subhanallah itu hari Senin, Selasa, hari Rabu luar biasa hasil saya di swab hasil saya negatif. Jadi satu pelajaran yang luar biasa yang luar biasa," tandas dia.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Ady Anugrahadi