Cari solusi masalah transportasi, Emil blusukan ke Terminal Bungurasih

Kemacetan lalu lintas masih menjadi problem di kota-kota besar. Tak terkecuali di Surabaya, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Kemacetan juga menjadi biang dari lesunya transportasi masyarakat.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Cari solusi masalah transportasi, Emil blusukan ke Terminal Bungurasih
Cawagub Jatim Emil Dardak. ©2018 Merdeka.com

Kemacetan lalu lintas masih menjadi problem di kota-kota besar. Tak terkecuali di Surabaya, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Kemacetan juga menjadi biang dari lesunya transportasi masyarakat.

Dan untuk mencari solusi dari semua persoalan kemacetan itu, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur urut 1, Emil Elestianto Dardak blusukan ke Terminal Purabaya yang lebih populer dengan nama Terminal Bungurasih. Bahkan Emil terlihat ikut menumpang bus di terminal yang dikelola Pemkot Surabaya itu.

Emil menumpang bus kota jurusan Bungurasih-Tanjung Perak dan turun di Halte Hastra Bumi, Surabaya. "Saya ingin melihat dari dekat kondisi lapangan dan managemen pengendalian moda transportasi darat di terminal penumpang terbesar di Jawa Timur ini," aku Emil, Senin (19/3) malam.

Sementara saat masih berada di Terminal Bungurasih, suami artis Arumi Bachsin ini menemui sejumlah sopir dan awak bus. Benar saja Emil-pun mendapati sejumlah keluhan: Makin hari, penumpang makin sepi di Bungurasih.

Seperti keluhan yang disampaikan Samsul, kondektur Bus Akas ini misalnya. Pria 50 tahun asal Jombang ini mengatakan, untuk mendapatkan penumpang, saat ini sangat sulit. Imbasnya, pendapatan sopir dan kondektur bus terus mengalami penurunan. "Sekarang penumpang sepi. Saya ingin penumpang itu ramai seperti dulu," keluh Samsul.

Tak hanya sopir dan kondektur bus, sejumlah penumpang juga menyampaikan unek-uneknya kepada Cawagub Jawa Timur urut 1 yang tengah mengkaji sistem ideal untuk transportasi masal di Surabaya dan sekitarnya ini.

Fatimah (35), penumpang bus kota di terminal yang berada di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo ini menyampaikan, kalau angkutan umum sering terlalu lama parkir atau ngetem. Jadi menurut perempuan asli Surabaya ini, wajar kalau sekarang banyak penumpang yang beralih ke kendaraan pribadi.

"Ya bayangkan saja mas, nunggu angkot capek mas, enggak langsung berangkat. Apalagi sekarang penumpangnya sepi, nunggu penuh lama baru jalan," keluh karyawati di perusahaan swasta ini kepada Emil yang menjumpainya di atas bus.

Sementara Emil yang mendengar keluhan para sopir, kondektur, dan penumpang bus ini mengatakan, memang diperlukan upaya perbaikan sistem transportasi demi kenyamanan penumpang. Di sisi lainnya, pendapatan para sopir bus juga harus bisa stabil. "Dua-duanya (sistem dan ekonomi) harus jalan dan diperhatikan," jelas Bupati Trenggalek non-aktif ini.

Doktor lulusan universitas di Jepang yang ahli strategi pengembangan wilayah ini juga menyampaikan, penataan sistem transportasi itu membutuhkan penanganan yang strategis. Maka perlu ada koordinasi, baik di tingkat provinsi maupun kota, melalui kebijakan bersama.

Sehingga setiap kendaraan umum, kata Emil, baik angkot, bus kota, maupun transportasi online, sama-sama mendapatkan penumpang. "Prinsipnya saya juga mendukung transportasi jasa online dan transportasi umum. Sehingga sama-sama terakomodir dan memadai."

"Selain itu tata ruangan harus lebih banyak diperbaiki. Kita rencanakan, Surabaya, Gersik, Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, dan Bangkalan menjadi suatu perencanaan terpadu," tandas Cawagub yang disebut-sebut sebagai respresentasi dari pemilih milenial ini.

Sekadar tahu, bukan sekali ini Emil terlihat memantau kondisi transportasi di Surabaya-Sidoarjo. Untuk mempelajari dan mencari solusi masalah transportasi, suami Arumi Bachsin ini juga pernah terlihat menumpang kereta api komuter Surabaya-Sidoarjo beberapa waktu lalu. Kehadiran Emil di tengah-tengah para penumpang itupun menjadi magnet untuk berswafoto.

Rekomendasi