Bunuh istri ketiga, Rasidi dibekuk saat sembunyi di gua hutan

Pelaku cemburu karena korban yang berprofesi jualan nasi, akrab pada pelanggan.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Bunuh istri ketiga, Rasidi dibekuk saat sembunyi di gua hutan
borgol. shutterstock

Satu bulan menjadi buron polisi setelah membunuh istri ketiganya di Jalan Wonosari Tegal, Surabaya, Rasidi (45) itu berhasil dibekuk di kawasan hutan yang berada di Pulau Madura, Jawa Timur.Kapolres Pelabuhan Tanjung Surabaya AKBP Anom Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan ini bermula ketika petugas mendapat laporan tentang penemuan mayat Sutiah (46), warga musiman di Jalan Wonosari Tegal. Perempuan yang berjualan nasi ini, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam sumur dekat rumahnya.Semula, warga menduga Sutiah tewas karena bunuh diri atau terjatuh dari sumur ketika hendak menimba air. "Namun, saat dilakukan olah TKP, petugas mencurigai kalau korban tewas karena dibunuh. Petugas mencurigai suami korban yang tidak ada di lokasi saat kejadian. Terlebih lagi tim identifikasi menemukan ada bekas lebam pada tubuh korban," kata Anom Wibowo di Surabaya, Kamis (24/1).Mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini mengatakan, sebelum diceburkan ke dalam sumur pada 22 Desember lalu, korban terlebih dulu dipukul hingga tewas baru kemudian dibuang ke dalam sumur. "Motif pembunuhan ini karena tersangka cemburu. Sebab korban yang bekerja sebagai pedagang nasi, sering akrab dengan pelanggannya. Kan biasa, ada pembeli yang ramah suka ngobrol ada juga pembeli yang pendiam. Namun sikap pembeli ini diartikan lain oleh tersangka, sehingga cemburu buta," lanjut Anom.Penangkapan tersangka yang diketahui juga seorang residivis kasus penganiayaan anak di bawah umur dan kasus sajam ini, juga tidak mudah. Sebab, tersangka selalu berpindah-pindah dan menempati gua-gua yang ada dalam hutan. "Dan baru berhasil kita tangkap di Desa Pengundung, Sampang, Madura. Setelah hampir sebulan melakukan pencarian. Tersangka ini dua kali masuk tahanan di Madura."Terpisah, menurut warga sekitar, antara tersangka dan korban baru menikah sekitar tiga bulan terakhir sebelum pembunuhan. "Mereka tinggal baru tiga bulan di sini. Mereka tinggal setelah menikah. Sebelumnya, Bu Sutiah tinggal sendiri, sudah 1,5 tahun. Antara tersangka dan korban menikah setelah keduanya bertemu di daerah Ampel," terang Hafid, tetangga korban.Jenazah korban kali pertama ditemukan Abdul Hamid, tetangga korban yang lain. Saat itu, hamid hendak menimba air untuk mengisi bak mandi. Namun, dia merasa ada kejanggalan, timbanya tidak juga terisi air. "Padahal sudah berkali-kali saya timba, tapi airnya tak terisi, ketika saya lihat ke bawah kok ada orangnya. Waktu itu kan saya mau berangkat kerja dan hendak mandi, tahu-tahu ada kejadian itu," kata Hamid ketika dikonfirmasi.Selanjutnya, Hamid melapor ke Ketua RT setempat dan diteruskan ke polisi. Kejadian tersebut baru terungkap, Kamis (24/1) dan tersangka langsung digelandang polisi ke lokasi kejadian untuk olah TKP.Di lokasi, tampak warga sekitar berkumpul untuk menyaksikan pengungkapan kasus pembunuhan yang selama ini hanya diketahui kalau korban meninggal karena bunuh diri.

Rekomendasi