Budi Waseso sesalkan testimoni Fredi dibuka setelah dieksekusi mati

Testimoni itu diungkap Haris Azhar ke media setelah Fredi dieksekusi mati.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Budi Waseso sesalkan testimoni Fredi dibuka setelah dieksekusi mati
Budi Waseso. ©2015 merdeka.com/benny silalahi

Kepala BNN Budi Waseso menyayangkan sikap Koordinator KontraS Haris Azhar yang baru membuka curhatan terpidana mati FrediBudiman setelah eksekusi berlangsung. Padahal curhatan itu sudah diketahuinya sejak 2014 lalu."Saya sesalkan kenapa diungkap setelah Fredidieksekusi? Karena kan Freddy ini saksi kunci," kata Budi Waseso di gedung BNN, Selasa (2/8).Seharusnya, ungkap Budi Waseso, pengungkapan tersebut tak lama curhat dilakukan atau minimal sebelum Fredidieksekusi. Karena jika kasus itu benar, maka bisa saja penghasilan dan dana yang dikucurkan dalam jumlah besar."Dan kami bisa langsung memeriksa Fredidan bisa mengetahui langsung siapa-siapa saja yang terlibat," ujar dia."Jadi saat itu bisa kita periksa dia, ini kan kerugian kita. Kalau benar yang diungkapkan Haris, yang bersangkutan akan dikenakan hukum dan saya berikan penghargaan setinggi-tinginya sama Haris. Kalau dia benar punya bukti, saya bangga," kata dia.Namun sayang, curhatan Fredidibongkar setelah eksekusi mati. Sehingga yang diperlukan saat ini, ujar Buwas, adalah kerjasama dengan Haris dalam pengungkapan apa yang terjadi sebenarnya."Saya minta Haris bekerjasama dengan BNN, karena apabila tidak benar apa yang diungkapkan beliau, ada konsekuensi hukumnya," tutupnya.

Rekomendasi