Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diharapkan menjadi momentum lahirnya pergerakan melawan paham intoleransi dan radikalisme. Untuk itu perlu kesadaran bersama untuk membentuk gerakan nasional.
"Mematahkan segala bentuk ideologi anti-Pancasila, termasuk sikap serta ujaran kebencian agar tidak mendapat tempat di ruang publik," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo dalam keterangannya, Kamis (20/5).
Menurutnya, hal tersebut sebagai respons atas maraknya ancaman paham intoleransi yang kerap kali berusaha menggoyahkan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang luhur.
Menurut dia, dengan gerakan nasional dapat mempersempit gerak kelompok ingin memecah belah agar tidak berkembang lebih jauh.
"Kita harus punya sikap politik yang sama bahwa radikalisme, intoleransi, fanatisme, dan terorisme merupakan musuh kita bersama, karena menghancurkan martabat kemanusiaan, dan mengingkari Pancasila," tegas Romo Benny.
Dia berharap masyarakat tidak merespon serta mengikuti segala bentuk kampanye maupun tawaran dari kelompok radikal intoleran. Namun, justru masyarakat akan cenderung secara aktif mengkampanyekan kehidupan damai dan toleran.
"Sehingga paham-paham itu akan hilang dengan sendirinya jika masyarakat tidak merespons dan mengucilkan mereka," tutur Romo Benny.
Diakui Benny upaya menutup ruang gerak kelompok radikal bukanlah pekerjaan mudah. Benny menilai saat ini generasi muda sangat mudah diambil simpati melalui narasi dan kampanye pemutar balik fakta.
"Mereka (kelompok radikal) membuat kampanye publik untuk kemudian menarik simpati kaum muda yang masih labil. Dan narasi mereka lebih banyak di dunia maya sehingga diyakini sebagai kebenaran," jelasnya.
Namun, ia juga menyampaikan optimismenya dalam menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini sebagai momen bangkit untuk melawan radikalisme, intoleransi dan terorisme.
Ia berpesan kepada segenap masyarakat untuk dapat terus membangun kesadaran sebagai bangsa yang besar dan penuh keberagaman serta memahami pentingnya menjaga persatuan, kesatuan dan jiwa solidaritas.
"Kita maknai kembali Hari Kebangkitan Nasional guna memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan serta membangun kesadaran sebagai bangsa yang besar, bangsa yang juga memiliki jiwa patriotisme dan jiwa solidaritas untuk mencapai kesejahteraan," tutupnya.