Briptu Taufan Tsunami meninggal dunia akibat bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, semalam. Peristiwa itu memupuskan rencana pemuda 23 tahun itu untuk menikahi kekasih pujaan hatinya.
"Katanya berencana mau menikah dalam waktu dekat, tapi pastinya saya enggak tahu, yang jelas dia sudah memberi tahu saya kalau ingin segera menikah," kata paman Briptu Taufan, Obing Riandi (52) kepada wartawan di rumah duka, Gang Ili, Kampung Wetan RT 02/10, Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (25/5).
Obing mengaku tak mengetahui sosok perempuan yang hendak dipersunting keponakannya itu. Sebab, belum sempat melamar atau mempersiapkan pernikahan, Taufan sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa.
"Takdirnya memang sudah sampai di sini, dia gugur dalam bertugas menjalankan perintah negara," kata Obing.
Briptu Taufan menjadi sasaran bom bunuh diri ketika mengamankan pawai obor di sekitar halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur. Selain Taufan, dua anggota polisi Sabhara yang meninggal antara lain, Bripda Ridho Setiawan dan Bripda Gilang Adinata.
Jenazah Briptu Taufan sudah dimakamkan secara kedinasan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Hadir dalam pemakaman itu, Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Suntana, dan sejumlah perwira menengah di jajaran Polda Metro Jaya.